Kurangi Banjir, Warga Desak Pavingisasi Simo Katrungan Segera Digarap

Kurangi Banjir, Warga Desak Pavingisasi Simo Katrungan Segera Digarap

Ketua RT 07 RW 01 Simo Katrungan, Warsono, menunjukkan wilayah yang kerap banjir saat hujan deras.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Warga Jalan Simo Katrungan Gang I dan II RT 07 RW 01 Kelurahan Banyuurip mendesak Pemerintah Kota Surabaya segera merealisasikan proyek pavingisasi untuk mengurangi banjir yang kerap terjadi saat hujan deras, Kamis 8 Januari 2026.

Ketua RT 07 RW 01 Simo Katrungan, Warsono, mengatakan banjir telah menjadi langganan tahunan, terutama ketika intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.

BACA JUGA:Keberadaan Pasar Tradisional Unik di Kampung Legenda Lidah Kulon Surabaya

“Dalam setahun bisa dua kali banjir, air sampai masuk ke rumah warga, terutama di Gang I dan Gang II,” ujar Warsono.

Menurutnya, banjir dipicu meluapnya Sungai Banyuurip yang tidak mampu menampung debit air tinggi sehingga air meluber ke jalan dan permukiman warga.


Mini Kidi--

Selain di Simo Katrungan, banjir juga terjadi di kawasan sekitar seperti Simo Kalangan, Simo Rukun, dan Simo Kwagean.

Untuk mengurangi dampak banjir, pihaknya telah melakukan perbaikan saluran kecil di perbatasan Simo Katrungan dan Simo Kwagean menggunakan dana kelurahan.

“Kemarin dana kelurahan disetujui untuk memperbaiki saluran selebar 80 sentimeter agar bisa menampung air lebih banyak dan tidak meluber ke permukiman,” jelasnya.

BACA JUGA:Pasien BPJS Kesehatan Kritis Diduga Dipersulit RS Swasta di Surabaya Utara, Keluarga Terpaksa Pilih Jalur Umum

Warsono menambahkan, pavingisasi di Simo Katrungan Gang I telah dilakukan dan cukup membantu mengurangi genangan meski belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan banjir.

“Kalau hujan deras seperti beberapa hari lalu, jalan utama tetap tergenang cukup tinggi,” imbuhnya.

BACA JUGA:Kontrak Bus Berakhir, Pemkot Surabaya Terjunkan Wira Wiri di Rute Kenjeran-Bungurasih

Saat ini, pihaknya kembali mengajukan pavingisasi untuk Simo Katrungan Gang II sepanjang sekitar 100 meter yang kondisinya dinilai lebih parah. Namun pengerjaannya baru dijadwalkan pada tahun 2027 karena keterbatasan anggaran.

“Kebutuhan dananya cukup besar sehingga harus menunggu giliran,” katanya.

BACA JUGA:Buntut Penolakan Warga Keputih Surabaya Konstruksi Jembatan Perumahan Baru Dibongkar

Ia juga mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun saluran air guna mencegah penyumbatan.

“Dulu masih ada warga yang membuang sampah ke selokan. Itu yang menyebabkan saluran mampet dan memicu banjir,” pungkasnya. (rio)

Sumber: