RTRW Surabaya 2025-2045: JLLT dan SERR Jalan Terus, Tol Tengah Kota Masih Dikaji
Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Aning Rahmawati. --
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) SURABAYA 2025-2045 mengakomodir pembangunan infrastruktur penting seperti Jalan Luar Lingkar Timur (JLLT), SURABAYA East Ring Road (SERR), dan tol tengah kota. JLLT dan SERR dipastikan akan terus berlanjut, sementara tol tengah kota masih dalam tahap kajian dan menunggu persetujuan Pemerintah Kota SURABAYA.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, yang juga Wakil Ketua Pansus RTRW. Aning menjelaskan bahwa laporan terakhir Pansus tidak menunjukkan perubahan signifikan. Persetujuan substansi memberikan beberapa catatan yang telah diakomodir.
BACA JUGA:RTRW Surabaya 2025-2045 Disahkan, Fokus Tata Ruang dan Pembangunan

Mini Kidi--
"Pada intinya, dari laporan terakhir Pansus tidak ada perubahan yang signifikan. Persetujuan substansi memberikan beberapa catatan yang insya Allah sudah kita akomodir semua," ujar Aning kepada Memorandum.
Terkait proyek strategis, Aning memastikan bahwa pembangunan Jalan Luar Lingkar Timur (JLLT) akan terus dilanjutkan. Sumber pendanaan JLLT masih belum dipastikan, kemungkinan bisa dari APBN atau APBD. Namun, Aning mengakui bahwa jika mengandalkan APBD, akan sangat sulit untuk merealisasikan proyek tersebut.
"JLLT akan terus dilanjutkan. JLLT ini kemungkinan bisa APBN bisa jadi APBD. Tapi rasanya kalau penggunaan APBD akan sangat sulit begitu ya," katanya.
BACA JUGA:Raperda RTRW Surabaya Tuai Polemik, Pansus Pastikan Lakukan Kajian secara Komprehensif
Selain JLLT, proyek Surabaya East Ring Road (SERR) juga akan dilanjutkan dengan menggunakan dana APBN. Perbedaan antara RTRW lama dan RTRW baru terletak pada trase JLLT dan SER.
Jika sebelumnya JLLT membentang dari Juanda hingga Tanjung Perak, maka dengan adanya SERR, JLLT akan berubah menjadi dari Tanjung Perak hingga perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Sementara itu, SERR akan menghubungkan Juanda hingga Tanjung Perak.
Perubahan trase ini menyebabkan jalur JLLT dari Juanda ke Tanjung Perak sedikit bergeser ke arah Pamurbaya atau pesisir.
BACA JUGA:Paripurna RTRW Jatim Hujan Interupsi Anggota Dewan
"Karena ada SERR, maka SERR ini dari Juanda sampai ke Tanjung Perak. Sementara JLLT yang tadinya membentang dari Juanda ke Tanjung Perak, maka berubah dari Tanjung Perak itu ke perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Dengan demikian, trase SER akan bergeser dari Juanda ke Tanjung Perak, kemudian agak ke arah Pamurbaya atau mendekati pesisir, " paparnya.
Aning juga menyebutkan bahwa rencana tol kota yang berada di tengah kota masih diakomodir dalam RTRW. Namun, pelaksanaannya masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Kota Surabaya.
Sumber:



