Hari Raya Idulfitri 1447 H

Jamin Keamanan Libur Lebaran, Pemkot Surabaya Sebar 35 Pos Layanan di Titik Rawan

Jamin Keamanan Libur Lebaran, Pemkot Surabaya Sebar 35 Pos Layanan di Titik Rawan

Wali Kota Eri Cahyadi sat meninjau posko keamanan.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan skema pengamanan menjelang libur Lebaran. Sebanyak 35 pos pengamanan (pospam) dan layanan kesehatan disiagakan di berbagai titik strategis. 

Langkah ini diambil untuk memastikan warga Kota Pahlawan maupun pemudik bisa menikmati masa libur dengan rasa aman.

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Bongkar 40 Gudang Sampah Ilegal di Sekitar TPA Benowo


Mini Kidi Wipes.--

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa puluhan pos tersebut tidak hanya sekadar tempat penjagaan. Lokasi penempatan dipilih berdasarkan pemetaan mobilitas massa dan tingkat kerawanan wilayah.

“Total ada 35 titik pos keamanan dan layanan kesehatan yang kami siapkan. Tujuh di antaranya adalah pos utama, termasuk di kawasan Balai Kota Surabaya. Sisanya, sekitar 25 pos, kami tempatkan di ruas jalan protokol yang selama ini teridentifikasi rawan kecelakaan,” terangnya, Senin 16 Maret 2026.

BACA JUGA:PPPK Pemkot Surabaya Apresiasi Kebijakan THR Wali Kota Eri Cahyadi

Keberadaan pos-pos ini bersifat multifungsi. Selain menjaga kondusivitas wilayah, petugas medis juga disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama jika terjadi kondisi darurat di jalan raya. Hal ini krusial mengingat tren mobilitas warga yang melonjak drastis saat libur panjang.

Dalam operasionalnya, Pemkot Surabaya tidak bergerak sendiri. Fikser menegaskan adanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI dan Polri. "Sinergi ini penting agar respons di lapangan bisa lebih cepat dan terukur," imbuhnya.

Selain kehadiran fisik petugas di lapangan, infrastruktur digital Surabaya juga diperkuat. Layanan darurat 112 dipastikan tetap beroperasi penuh 24 jam tanpa jeda. Bahkan, sistem ini telah terintegrasi dengan layanan 110 milik kepolisian.

BACA JUGA:Pensiunan Pemkot Surabaya Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Gratifikasi dan TPPU

Fikser mengakui, saat libur panjang, trafik panggilan ke 112 biasanya mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, layanan tersebut didukung oleh puluhan jalur panggilan guna menghindari antrean laporan.

“Kami terus lakukan evaluasi dan pembenahan kualitas. Tingginya trafik menunjukkan masyarakat mulai sangat bergantung pada 112 saat membutuhkan penanganan cepat,” jelas mantan Kepala Dinkominfo Surabaya tersebut.

Fikser menyampaikan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan atensi khusus terhadap kesiapan ini. Eri meminta agar seluruh layanan, baik pos fisik maupun call center, benar-benar bisa diakses masyarakat kapan saja tanpa hambatan birokrasi.

Sumber:

Berita Terkait