Jalur Pantura Situbondo Macet Total Tertutup Batu dan Lumpur

Jalur Pantura Situbondo Macet Total Tertutup Batu dan Lumpur

Jalur pantura Situbondo lumpuh total akibat tertutup material batu dan lumpur banjir.--

SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Jalur pantura penghubung Situbondo–Probolinggo lumpuh total setelah tertutup material banjir berupa batu dan lumpur usai hujan deras berintensitas tinggi, menyebabkan antrean kendaraan mengular dari dua arah, Kamis 22 Januari 2026.

Kondisi tersebut mengakibatkan antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat, baik dari arah Surabaya maupun Banyuwangi, dengan panjang antrean mencapai puluhan kilometer.


Mini Kidi--

Selain itu, hujan deras yang berlangsung sejak sore hingga malam sekitar pukul 21.00 WIB juga mengakibatkan ratusan rumah di enam kecamatan wilayah barat terendam banjir, yakni Kendit, Bungatan, Mlandingan, Suboh, Besuki, dan Banyuglugur.

Usai rapat bersama pimpinan OPD Pemkab Situbondo, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah langsung meninjau material longsor berupa lumpur bercampur batu yang menutup jalur pantura di Jalan Raya Kembangsambi, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

BACA JUGA:Bapak dan Anak di Situbondo Tewas Tersengat Listrik ketika Banjir Rendam Rumah

Pantauan di lapangan, terdapat satu titik jalur pantura yang tertutup material longsor dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter dan panjang sekitar 100 meter di Dusun Kembangsambi, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

Untuk membersihkan material longsor akibat tanggul jebol sepanjang 15 meter dengan tebal 1 meter tersebut, Pemkab Situbondo mendatangkan alat berat milik DPUPP Pemkab Situbondo.

BACA JUGA:Angin Kencang Porak Porandakan 58 Los Pasar Besuki dan Puluhan Rumah Warga Situbondo

Bahkan hingga Kamis dini hari, proses pembersihan material sepanjang 100 meter dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter masih berlangsung menggunakan alat berat DPUPP Pemkab Situbondo.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah bersama Kepala BPBD Timbul Soerjanyo dan Kepala DPUPP Pemkab Situbondo Abdul Kadir memantau langsung proses pembersihan material lumpur yang menutup jalur pantura.

"Karena hingga Kamis dini hari proses pembersihan lumpur dan batu masih berlangsung, kami memohon kepada para pengendara yang melintas di jalur pantura Situbondo untuk bersabar," ujar Mbak Ulfi, Kamis 22 Januari 2026 dini hari.

BACA JUGA:Dugaan Pelecehan Penumpang, Samapta Polres Situbondo Patroli Terminal

Menurutnya, peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur pantura setelah tertimbun material longsor dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

"Sebelumnya sejak pagi hingga sore hari kami meninjau dampak angin puting beliung di Kecamatan Besuki, hari ini kami meninjau dampak banjir di beberapa kecamatan wilayah barat," kata Mbak Ulfi.

Sementara itu, Plh Kanit Turjawali Polres Situbondo Aipda Dedi mengatakan arus lalu lintas di jalur pantura berhasil diurai sekitar pukul 03.00 WIB, namun tetap diberlakukan sistem buka tutup.

BACA JUGA:2 Residivis Ditangkap Edarkan Sabu 42 Gram di Situbondo, Salah Satu Baru 5 Hari Bebas

"Arus lalin berhasil diurai sekitar pukul 03.00 WIB, namun kami tetap memberlakukan sistem buka tutup," kata Aipda Dedi saat dihubungi melalui ponselnya.

Sutomo, sopir truk asal Kabupaten Pasuruan mengaku terjebak banjir bercampur material lumpur dan batu sejak pukul 20.45 WIB hingga 03.00 WIB saat hendak mengantar barang ke Banyuwangi.

"Saya terjebak banjir yang membawa lumpur dan batu, bahkan sempat tertidur di lokasi kejadian karena antrean panjang," ujarnya.

 
 

Sumber: