Bupati Situbondo Ikuti Napak Tilas Berdirinya Nahdlatul Ulama
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengikuti napak tilas berdirinya Nahdlatul Ulama.-Fatur Bahri-
SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bupati SITUBONDO Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengikuti napak tilas berdirinya Nahdlatul Ulama dari Bangkalan menuju Tebu Ireng, Kabupaten Jombang, untuk mengenang perjuangan ulama, Minggu 4 Desember 2025.
BACA JUGA: Mas Rio Apresiasi SGF, Lahan Bekas Banjir Bandang di Situbondo Disulap Menjadi Agropreneur
Dalam kegiatan tersebut, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyinggung sejarah perjuangan KHR As’ad Syamsul Arifin muda yang mendapat amanah dari gurunya, Syaikhona Kholil Bangkalan, untuk menyampaikan pesan kepada KH Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng terkait pendirian Jam’iyah NU.

Mini Kidi--
“Kita mau seperti yang terjadi dalam sejarah, bahwa Kiai As’ad ketika muda diperintah oleh gurunya, Syaikhona Kholil, untuk menyampaikan amanah kepada Kiai Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng untuk mendirikan Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.
BACA JUGA:Mas Rio Dorong Pengembangan Tembakau Tambheng sebagai Identitas Lokal Situbondo
Mas Rio menilai Kiai As’ad dikenal sangat teguh memegang kepercayaan yang diberikan kepadanya dan menjadi teladan bagi kepemimpinan saat ini.
BACA JUGA:Hadiri Puncak Hari Kesehatan Nasional Ke-61, Mas Rio Tekankan Pentingnya Generasi Sehat
“Saya kira itu bagian dari kepemimpinan, bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah. Itu yang saya teladani dari Kiai As’ad,” pungkasnya.
BACA JUGA:Mas Rio Kumpulkan Kontraktor Situbondo untuk Jaga Kualitas dan Hindari Saling Lapor
Pantauan di lapangan, kegiatan napak tilas ini merupakan upaya mengenang dan meneladani perjuangan para ulama dalam mendirikan NU, serta menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kepemimpinan kepada generasi masa kini.
BACA JUGA:Garasi Rumah Pribadi Bupati Situbondo Ambruk, Mas Rio Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Sementara itu, kegiatan napak tilas dari Bangkalan menuju Jombang dilepas langsung oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, ditandai penyerahan tongkat dan tasbih oleh cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, RKH Fakhruddin Aschal, kepada cucu Kiai As’ad Syamsul Arifin, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy selaku Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Sumber:

