Pembunuhan Pencari Kepiting di Surabaya, Polisi Buru Pelaku ke Pasuruan dan Jember

Pembunuhan Pencari Kepiting di Surabaya, Polisi Buru Pelaku ke Pasuruan dan Jember

Belasan saksi menunggu giliran diperiksa di Mapolsek Sukolilo.-Oskario Udayana-

SURABAYA, MEMORANDUM - Kasus pembunuhan Moch Hudoyo alias Doyo (46), warga Jalan Medokan Semampir, Surabaya, saat ini polisi sudah memeriksa belasan saksi di Mapolsek Sukolilo.

Berdasarkan informasi, saksi yang diperiksa di antaranya istri Doyo, penjaga tambak bernama Buamin, dan teman korban sesama pencari kepiting di area Tambak Jalan Sukolilo Kasih.

BACA JUGA:Diduga Rebutan Lahan Kepiting, Pria Medokan Semampir Meregang Nyawa

Pemeriksaan itu, dilakukan polisi untuk mencari titik terang terduga pelaku yang membunuh Doyo. Dari hasil pemeriksaan sementara mengerucut ke seorang terduga pelaku inisial WL, yang kini masih diburu oleh polisi di rumahnya di daerah Pasuruan dan Jember.

Menurut salah satu rekannya sesama pencari kepiting bernama Budi, bahwa sebelum kejadian sempat melihat terduga pelaku inisial WL di tambak pada Senin, 18 Maret 2024 sore.

Dia tidak menampik bila WL merupakan orang baru di lingkungan rekan-rekannya pencari kepiting di tambak. Dia memang pernah terlibat cekcok sebulan lalu dengan Doyo.

"Saya sempat bertemu dia (WL) pada sore harinya sebelum kejadian. Namun, setelah korban ditemukan tewas pada Selasa, 19 Maret 2024, dia sudah tidak terlihat lagi di tambak," jelas Budi.

Namun, ada keterangan temannya yang lainnya, ada empat bertemu WL pada malam kejadian sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu juga mencari kepiting dan melihat WL sedang mengendarai motor di sekitar tambak. Setelah itu tidak terlihat lagi sampai sekarang.

Budi mengaku, tidak mengetahui ketika korban dibantai menggunakn sajam. Tahunya, keesok harinya setelah ditemukan penjaga tambak bernama Buamin sekitar pukul 05.00 WIB.

Keterangan rekannya itu, sama dengan yang diungkapkan Agus Prayitno, kakak Doyo. Dia mengaku, mendapatkan bocoran dari pihak kepolisian memang sudah ada terduga pelaku yang dicurigai.

"Kosannya di Kejawan Tambak. Sudah ada yang dicurigai oleh polisi. Saya diberitahu petunjuknya korban juga kenal dengan terduga pelaku," ungkap Agus.

Agus menjelaskan, sosok terduga pelaku masih satu profesi dengan adiknya. Satu gubug dan pernah cekcok.

"Sosok terduga pelaku asal Pasuruan. Usianya masih sepantaran sama korban. Iya sosok ini sudah hilang sejak semalam kejadian. Kayaknya kabur," jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, bahwa tim gabungan dari Jatanras dan Resmob telah diterjunkan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Kami juga sudah meminta keterangan 7 orang saksi," jelas Hendro dikonfirmasi wartawan, Rabu, 20 Maret 2024.

Tujuh saksi itu terdiri dari pemilik tambak, istri korban dan teman-teman korban sesama pencari kepiting.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Moch Hudoyo alias Doyo (45), warga Jalan Medokan Semampir Blok C, ditemukan tewas di tambak Jalan Sukolilo, Selasa, 19 Maret 2024 dini hari.

Saat ditemukan kondisi bapak dua anak itu sangat menggenaskan. Tubuhnya bersimbah darah penuh luka, antara lain di punggung dekat leher, paha kiri, dan perut.

Banyaknya luka tersebut, diduga akibat sabetan senjata tajam. Sehingga menguatkan dugaan bahwa pria pencari kepiting itu tewas dibantai menggunakan celurit. Informasi keluarganya gegara rebutan lahan mencari kepiting. (*)

Sumber: