Menghijaukan Hati dan Pikiran: Menjelajahi Ekowisata melalui Sastra

Menghijaukan Hati dan Pikiran: Menjelajahi Ekowisata melalui Sastra

-Pixabay-

MEMORANDUM - Sastra bukan hanya tentang cerita dan imajinasi, tetapi juga dapat menjadi alat yang ampuh untuk menginspirasi kesadaran lingkungan.

BACA JUGA:Ekspresi Cinta Abadi: Menelusuri Penggambaran Cinta dalam Seni dan Sastra di Hari Valentine 2024

Ekowisata dalam sastra dapat didefinisikan sebagai penggambaran tentang wisata alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam karya sastra. 

Mempelajari Ekowisata dalam sebuah karya sastra memiliki beberapa manfaat, diantaranya: 

1. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ekowisata

2. Mendidik masyarakat tentang berbagai aspek ekowisata

3. Mendorong wisatawan untuk bertanggung jawab dan berkelanjutan

4. Menginspirasi rasa cinta dan penghargaan terhadap alam

BACA JUGA:Ciptakan Ruang Sastra Lewat FSY 2023

Contoh Karya Sastra yang Menginspirasi Ekowisata:

BACA JUGA:Profil Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Sekaligus Sastrawan Emha Ainun Nadjib

1. Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata: Menggambarkan keindahan alam Belitung dan perjuangan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.

2. Sang Pemimpi oleh Andrea Hirata: Menginspirasi semangat untuk mengejar mimpi dan menjaga kelestarian alam.

3. Surat dari Praha oleh Adila Suwarno: Mengisahkan tentang seorang gadis yang belajar tentang arti kehidupan dan kelestarian alam di Praha.

Sumber: