Miris, Korban Pembunuhan di Hotel Double Tree Ternyata Mengandung Empat Bulan

Tersangka Muhammad Ilham Pratama diapit anggota Polsek Genteng--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Fakta terbaru ditemukan pihak kepolisian dalam kasus pembunuhan Marifatul A (24), yang dilakukan Muhammad Ilham Pratama kekasihnya sendiri. Dari hasil autopsi dan visum, korban ternyata sedang hamil.
Perempuan asal Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Lumajang itu mengandung bayi 4 bulan atau 16 minggu. Korban, dipastikan meregang nyawa akibat cekikan tersangka.
BACA JUGA:Korban Pembunuhan di Hotel Double Tree Dikenal Tertutup, Sempat Sowan ke Saudara
BACA JUGA:Terungkap! Pembunuh Wanita di Hotel DoubleTree Merupakan Kekasihnya Sendiri
Kapolsek Genteng AKP Grandika Indera Waspada menyebut, dari pemeriksaan dan otopsi terungkap korban meninggal dunia karena dicekik tersangka dari belakang. Hal tersebut dibuktikan dengan tanda-tanda bekas di leher korbannya.
"Kemudian ada fakta baru juga hasil otopsi (korban) di sana ditemukan janin berusia 12 sampai 16 minggu," kata dia didampingi Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty, Sabtu 18 Januari 2025
Disinggung terkait status janin, Grandika menjelaskan jika masih akan melakukan pendalaman.
"'Untuk membuktikan itu (janin hasil hubungan dengan siapa) kita masih perlu tes DNA, masih belum keluar," terang alumnus Akpol 2012 itu.
BACA JUGA:Polisi Beberkan Motif Pembunuh Kekasih di Hotel Double Tree, Korban Tak Bisa Move On dari Mantan
BACA JUGA:Breaking News! Geger Penemuan Jenazah Diduga Korban Pembunuhan di Hotel DoubleTree
Sementara tersangka Muhammad Ilham Pratama mengaku tidak tahu bila korban hamil. "Tidak tahu sama sekali kalau dia hamil. Jarang (berhubungan badan), satu minggu mungkin satu kali, itupun kalau dia mau," aku Ilham.
Ilham mengaku nekat membunuh korban karena sakit hati mengetahui korban masih menyimpan foto mantan. "Memang sakit hati saya. Soal nikah memang sudah dipersiapkan semua waktu itu dari baju, cincin sampai undangan semua sudah jadi. Tapi dibatalin," kata Ilham.
Dia juga mengaku sempat menunggu korban selama dua jam di kamar hotel setelah mencekik karena merasa masih sayang. "Saya masih ada rasa sayang sangat dalam kepada korban. Iya ada penyesalan. Masih ada sayang makanya saya menemani dia," tutup dia.(fdn)
Sumber: