Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tangkap Pria Setubuhi Anak di Bawah Umur, Janjikan Beli Baju dan Kos

Terduga pelaku ARP diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. -Arif Alfiansyah-
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya, seorang anak di bawah umur akhirnya ditemukan di sebuah hotel di Surabaya. Ia ditemukan bersama pria yang saat ini sudah diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
ARP (34) warga Surabaya ditangkap setelah diketahui sempat menyetubuhi korban di hotel tersebut.
BACA JUGA:Hampir Sebulan Hilang, Remaja Putri Ditemukan di Hotel
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto mengungkapkan, korban diketahui berada di hotel di wilayah Surabaya Utara. Anggota yang mengetahui langsung mengamankan korban bersama teman lelakinya, ARP.
"Korban sempat disetubuhi dengan iming-iming akan dibelikan baju dan makanan agar tidak pulang ke rumah," katanya.
Kejadian tersebut berawal ketika korban ZW, (13) diduga mengalami kekerasan oleh orang tuanya di rumahnya. Ia kemudian bersama temannya FR keluar rumah dan mengantarnya ke ARP. Tersangka ARP ini dekat dengan korban karena sebelumnya sudah sering curhat.
"Saat bertemu ia membelikan korban baju dan menjanjikan akan membelikan makan," ujarnya.
Setelah itu, korban dijanjikan akan diberikan baju dan makan bahkan tempat kos. Ini dilakukan agar korban tidak pulang.
"Saat berada di hotel ini korban disetubuhi. Kami langsung menangkap tersangka setelah mendapat informasi keberadaan yang bersangkutan di hotel dari temannya," ungkapnya.
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengenakan tersangka pasal 81 ayat (1) dan (2) UU nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (alf)
Sumber: