Bapas Jember Kolaborasi dengan Anatura Beauty Latih Klien Anak Keterampilan Membuat Lilin dan Souvenir Resin

Bapas Jember Kolaborasi dengan Anatura Beauty Latih Klien Anak Keterampilan Membuat Lilin dan Souvenir Resin

Klien anak antusias mengikuti pelatihan pembuatan lilin dan Souvenir Resin-Biro Jember-

JEMBER, MEMORANDUM - Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember Kementerian Hukum dan Ham Jawa Timur memberikan bimbingan kemandirian kepada 20 Klien Anak dalam bentuk pelatihan keterampilan membuat lilin aromaterapi dan souvenir resin. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Bapas Jember dengan Anatura Beauty.

Bimbingan yang dikemas dalam kegiatan bertajuk "Pelatihan keterampilan membuat lilin Aromaterapi dan souvenir resin" ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi diri Klien Anak untuk berkembang. Kegiatan dilaksanakan di Pusat Layanan Usaha Terpadu dengan suasana santai namun tetap fokus, memungkinkan Klien Anak untuk mengikuti pelatihan dengan aktif dan berdiskusi dengan pemateri.

Nawang Fitria, selaku owner Anatura Beauty, memandu langsung acara tersebut. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selain mendapatkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat, para peserta juga diberikan sertifikat sebagai tanda bukti bahwa mereka telah mengikuti pelatihan.

Hendro Suwignyo, Kasubsi Bimbingan Klien Anak Bapas Jember, berharap para peserta bisa mempraktikkan sendiri nantinya sebagai bentuk kreatifitas diri. Salah satu peserta, Akbar, menyampaikan kesan positif dalam mengikuti pelatihan tersebut.

BACA JUGA:Bapas Jember Gandeng Dinkop UMKM dan Anatura Beauty Gelar Bimbingan Kemandirian Klien Dewasa

"Alhamdulillah terimakasih Bapas Jember sudah mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman disini. semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan," ujar Akbar. Rabu 15 Mei 2024.

Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember, Basuki Raharjo, menutup acara dengan beberapa pesan penutup. Basuki menekankan pentingnya membangun jejaring sosial dan keterampilan sebagai kunci kesuksesan.

"Kunci orang sukses menurut ahli itu, 80% karna punya keahlian dalam menjalin silaturahmi atau pinter membangun network/jejaring sosial yang dibutuhkan tentunya adab, akhlak, jujur, ulet, komunikasi yang baik, dan empati kepada sesama. Sedangkan yang 20 persen yaitu skill dan keterampilan. Maka dibuatlah bimbingan kemandirian seperti ini. Saya berpesan untuk para klien anak, tinggalkan masa lalu yang kelam dan kita siapkan masa depan yang lebih cerah," jelas Basuki.(edy)

Sumber: