Wanita Pacar Keling Derita Kanker Hidung, Wajah Bengkak Akibat Komplikasi Pasca-Operasi

Wanita Pacar Keling Derita Kanker Hidung, Wajah Bengkak Akibat Komplikasi Pasca-Operasi

Keadaan Lovelyta Anisa Pudianto sangat memprihatinkan. -Oskario Udayana-

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Nasib nahas menimpa Lovelyta Anisa Pudianto (32), warga Pacar Keling, Surabaya. Setelah menjalani operasi pengangkatan kanker hidung di RSUD Dr Soetomo pada Oktober 2024, kondisi Anisa justru semakin memburuk. Hidungnya membengkak hampir menutupi seluruh wajahnya.

BACA JUGA:Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah Hadiri Workshop Edukasi dan Pencegahan Kanker

Anisa dan suaminya, Robby Satria Negara Maulana (39), kini tinggal di kamar indekos sempit berukuran 3x4 meter di kawasan Pacar Kembang, Surabaya. Perjalanan Anisa menuju meja operasi penuh liku. Awalnya, Anisa mengeluh sakit hidung akhir 2023. Robby membawanya ke klinik, namun Anisa disarankan ke rumah sakit. Kendala muncul karena tunggakan BPJS Kesehatan kelas 1 sebesar Rp 4,8 juta.


Mini Kidi-- 

Hidung Anisa terus berdarah hingga ia tak sadarkan diri. Robby terpaksa meminta bantuan Kelurahan Pacar Keling, namun permohonan perubahan BPJS ke Kartu KIS ditolak. Puskesmas Kapasari juga menolak Anisa karena tunggakan BPJS. Setelah proses panjang dan bantuan dari puskesmas, BPJS Anisa akhirnya diubah ke kelas 3. 

BACA JUGA:Polresta Malang Kota Komitmen Wujudkan Eliminasi Kanker Serviks

“Saya bawa BPJS-nya kan, saya ajukanlah ke puskesmas. Puskesmas mengecek data saya, ternyata data istri kelas 1 dengan tunggakan Rp 4,8 juta harus membayar dulu. Tapi saya bilang istri saya ini kondisi seperti ini, udah drop, saya butuh ke IGD tapi harus diajukan rujukan. Nah puskesmas membantu saya untuk merubah itu, coba kita cek dulu, ajukan dulu ke BPJS,” kata Robby, Kamis 1 Mei 2025.

BACA JUGA:Berkat Program JKN, Tak Surutkan Semangat Tyas untuk Sembuh dari Penyakit Kanker Payudara

Anisa mendapat perawatan di RS Mitra Medicare, lalu dirujuk ke RS Adi Husada, dan akhirnya ke RSUD Dr Soetomo untuk operasi pengangkatan kanker hidung. 

Namun, pasca operasi, pembengkakan di hidungnya semakin parah.  Robby mengungkapkan kekesalannya karena informasi yang kurang jelas dari tim medis mengenai terapi lanjutan. Anisa harus menjalani serangkaian pemeriksaan lagi untuk operasi kedua.

BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Penderita Kanker, Mahasiswa Untag Surabaya Susun Play Based Terapi Okupasi 

"Setelah benjolan kok tambah besar, ya saya curiga. Hidung istri saya mimisan lagi, kok bisa begitu? Akhirnya saya lari lagi ke THT. Terus THT bilang, oh ini ada lagi, begitu. Kan dokternya berganti, dari awal tahun diganti, dokter yang megang istri saya itu, dia dipindah ke poli. Ini dokternya baru lagi, dokter yang baru bilang, ini dulu gak dikemo, gak diterapi?,” terang Robby.

Kondisi Anisa kini sangat memprihatinkan. Bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya sangat diharapkan untuk meringankan beban keluarga ini.  Bengkakan yang kini disebut tumor menutupi hampir seluruh wajah Anisa dan terus menurunkan kondisi kesehatannya.

BACA JUGA:Kasus Langka! Kanker Ovarium Serang Bayi Usia 19 Bulan, Ini Kata Pakar Unair 

“Loh, wong kita mau nyari informasi seperti itu malah dibilang bersih aman, ya kita kan nggak tahu mesti gimana. Akhirnya dokter ini bilang, ini bakal dioperasi lagi, kita urus ulang, ya seperti itu. Step-nya ya mengulang dari awal, harus di CT Scan dulu, tes darah dulu, toraks dulu, stepnya sama seperti awal istri saya mau operasi dulu,” tandas Robby. (rio)

Sumber: