HPN 2026

Sering Pakai Earphone? Ini Bahaya yang Diam-Diam Mengintai Telinga Anda

Sering Pakai Earphone? Ini Bahaya yang Diam-Diam Mengintai Telinga Anda

-Ilustrasi ( sumber foto: pexels)-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Terlalu sering menggunakan earphone dalam durasi lama dan volume tinggi dapat merusak pendengaran secara permanen.  Kebiasaan ini kerap dianggap sepele karena sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern, padahal paparan suara berlebihan setiap hari bisa memicu gangguan serius pada telinga.


Mini Kidi--

Di era digital, earphone nyaris tak pernah lepas dari telinga. Mulai dari mendengarkan musik, menonton video, meeting online, hingga bermain game. Namun di balik kepraktisannya, ada risiko yang tidak kecil.

BACA JUGA:Telinga Rusak Akibat Suara Keras, Begini Penjelasan Dokter Spesialis THT-KL RSUD Jombang

Risiko Gangguan Pendengaran

Paparan suara di atas 85 desibel dalam waktu lama dapat merusak sel rambut halus di dalam koklea (rumah siput) yang berfungsi menangkap getaran suara. Sayangnya, sel ini tidak dapat tumbuh kembali. Artinya, jika sudah rusak, gangguan pendengaran bisa bersifat permanen.

Gejala awal biasanya tidak disadari. Telinga terasa berdenging (tinnitus), sulit menangkap percakapan di tempat ramai, atau harus menaikkan volume lebih tinggi dari biasanya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi penurunan pendengaran.

Infeksi dan Peradangan Telinga

Selain risiko gangguan pendengaran, penggunaan earphone yang terlalu sering juga dapat meningkatkan risiko infeksi telinga. Earphone yang dipakai berjam-jam bisa membuat liang telinga menjadi lembap dan hangat, kondisi ideal bagi bakteri berkembang.

Belum lagi jika earphone jarang dibersihkan atau digunakan bergantian. Kotoran dan bakteri dapat berpindah dan memicu peradangan, rasa gatal, hingga nyeri pada telinga.

Ketergantungan Volume Tinggi

Tanpa disadari, banyak orang menaikkan volume untuk menutupi kebisingan sekitar. Kebiasaan ini membuat telinga terus “dipaksa” menerima suara keras. Dalam jangka panjang, sensitivitas pendengaran bisa menurun.

Ironisnya, semakin sering seseorang mendengarkan dengan volume tinggi, semakin tinggi pula kebutuhan volumenya di kemudian hari. Siklus ini berbahaya dan bisa mempercepat kerusakan telinga.

Dampak Lain yang Tak Disangka

Sumber: