Layani 5 Juta Penumpang Per Hari, Trans Jatim Terancam Efisiensi Anggaran

Layani 5 Juta Penumpang Per Hari, Trans Jatim Terancam Efisiensi Anggaran

Kadishub Jatim Nyono.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Layanan bus terpadu Trans Jatim telah menjelma menjadi urat nadi mobilitas baru bagi warga Jawa Timur.

Sejak dioperasikan pada 2022, transportasi publik andalan Pemprov Jatim ini mencatat capaian fantastis. Yakni, lima juta penumpang per tahun atau rata-rata 20.000 penumpang setiap harinya.

Namun, di tengah keberhasilan itu, bayang-bayang kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat kini mengancam kelangsungan subsidi operasional Trans Jatim.

BACA JUGA:Trans Jatim Tembus 23 Ribu Penumpang per Hari, Dishub Terus Lakukan Evaluasi Ketat

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono, mengakui pihaknya sedang berjuang keras agar layanan Trans Jatim tidak terimbas pemangkasan anggaran.

Ia telah melaporkan situasi ini kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa, memohon dukungan penuh agar subsidi bagi angkutan rakyat tersebut tetap berjalan.

“Kami sudah lapor ke Ibu Gubernur. Minimal operasional sampai koridor 8 (Malang) jangan sampai dikurangi. Kalau subsidi terpangkas, dampaknya bisa luar biasa, masyarakat pasti akan protes karena Trans Jatim sudah menjadi kebutuhan,” ujar Nyono, Minggu, 26 Oktober 2025.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Gratiskan Trans Jatim di Hari Santri: Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Nyono menegaskan, Trans Jatim bukan hanya sekadar alat transportasi, melainkan instrumen penting untuk pemerataan ekonomi dan pengendali sosial.

Dengan tarif flat hanya Rp5.000, penumpang bisa menikmati perjalanan panjang antarwilayah, mulai dari Porong (Sidoarjo) hingga Paciran (Lamongan), menawarkan kenyamanan yang terjangkau semua lapisan masyarakat.

“Bayangkan, hanya dengan lima ribu rupiah masyarakat bisa menempuh jarak sejauh itu. Ini bentuk kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil,” tambahnya.

BACA JUGA:Trans Jatim Koridor I Malang Raya Siap Beroperasi Akhir November

Saat ini, alokasi subsidi dari Pemprov Jatim diperkirakan hanya mampu menopang operasional hingga Juli 2026. Oleh karena itu, Dishub Jatim sangat berharap alokasi anggaran sebesar Rp250 miliar bisa dipertahankan hingga akhir tahun 2026 demi menjamin keberlanjutan layanan.

Nyono menekankan bahwa keberlanjutan subsidi ini lebih dari sekadar menjaga ongkos murah. Trans Jatim membawa manfaat ekonomi dan lingkungan yang signifikan.

Sumber: