7 Bulan Disekap, Uang Rp2 Miliar Dikuras Pacar Anak
Tersangka Lisa Andriana (kanan) dan pembantunya, Naily (kiri) diamankan anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya--
Kemudian, Agus menanyakan keberadaan ayahnya kepada Lisa yang tak pulang beberapa hari. Tersangka beralasan bahwa korban diajak jalan-jalan oleh ayahnya berkeliling Indonesia, untuk menikmati masa senjanya.
BACA JUGA:Antar Penumpang ke Sampang, Driver Rental asal Pandaan Disekap dan Dikalungi Celurit
Awalnya Agus percaya. Bulan berikutnya, Agus kembali menanyakan keberadaan ayahnya yang tak kunjung pulang dan dijawab kembali oleh Lisa bahwa masih jalan-jalan bersama ayah Lisa.
"Jadi tersangka ini pada saat berpacaran dengan anaknya korban memang meyakinkan betul perilakunya baik dan juga membangun hubungan yang baik dengan orangtuanya, sehingga yakin bahwa memang tidak ada masalah apa-apa," ucapnya.
Lambat laun Agus mulai curiga lantaran ayahnya tak kunjung pulang hampir satu tahun. Saat keluarga korban menanyakan, tiba-tiba tersangka hilang kontak dan berganti nomor telepon pada Februari 2026.
"Akhirnya keluarganya melaporkan ke kita, kita lakukan penyelidikan dan akhirnya kita dapatkan bahwa tersangka atau korban ini disekap di salah satu kamar yang ada di Surabaya, salah satu apartemen," ungkapnya.
BACA JUGA:Warga Surabaya Ditemukan Tewas di Sampang, Keluarga Korban: Disekap dalam Mobil
Polisi kemudian menangkap Lisa di Jalan Sikatan, Surabaya, pada Kamis tanggal 16 April 2026, dan membebaskan korban dari kamar apartemen tersebut. Saat dibebaskan, korban mempercayai bahwa dirinya dan Lisa merupakan korban penyekapan yang ditempatkan di kamar yang berbeda.
Korban sendiri itu sampai detik terakhir diselamatkan tidak mengetahui bahwa Lisa adalah aktor utama yang menculik dia. Sebab, dalam pertemuan terakhir dengan tersangka, dia tiba-tiba dibawa dua pria dan beranggapan bahwa Lisa ikut diculik.m dan disekap di ruangan yang berbeda.
"Sehingga persepsi korban ini bahwa dia dan tersangka adalah sama-sama korban. Ketika penyidik masuk ke kamarnya, satu hal yang disampaikan oleh korban ini 'adalah tolong selamatkan juga si LA'. Jadi artinya sampai dengan detik terakhir pun dalam persepsinya itu masih sama seperti itu," cetusnya.
BACA JUGA:Fakta Baru Kasus Debt Collector Sidoarjo Sekap dan Peras Pengguna Mobil Rental
Selama setahun, aktivitas korban hanya berada di dalam kamar apartemen atau hotel berpindah-pindah. Ia hanya difasilitasi tv tanpa ponsel. Setiap harinya, ada seorang pembantu Lisa, Naily yang mengantar makanan untuk korban dan menjaga supaya tidak keluar kamar.
"Dan setelah diketemukan disekap ini diketahui saat ini bahwa ternyata uang yang ada di tabungan kakek ini atau korban ini sebanyak kurang lebih Rp2 miliar sudah di habiskan oleh pelaku inisial L," tegasnya.
Lisa rupanya selama ini memegang kartu ATM beserta pin milik korban. Ia beralasan kepada korban meminjam ATM-nya untuk keperluan pembayaran tagihan. Selain itu, tersangka juga menguras emas kurang lebih seberat satu kilogram milik korban.
"ATM itu terus dipegang oleh tersangka dan terus dikuras duit sampai kurang lebih Rp2 miliar dihitung sampai dengan saat ini. Dan setelah kembali ke rumah ternyata diketahui juga bahwa emas dan perhiasan yang kurang lebih nilainya juga di kisaran 1 kilo emas itu ternyata juga sudah tidak ada di kamarnya," sebutnya.
Sumber:









