7 Bulan Disekap, Uang Rp2 Miliar Dikuras Pacar Anak
Tersangka Lisa Andriana (kanan) dan pembantunya, Naily (kiri) diamankan anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Nasib pilu dialami Kusnadi Chandra, kakek berusia 80 tahun warga Pacar Keling, Tambaksari itu disekap selama 7 bulan dan uang Rp2 miliar dikuras Pacar anaknya.
Pelakunya adalah Lisa Andriana (31) asal Jakarta Utara. Tersangka merupakan pacar Agus Pranoto, anak dari Kusnadi Chandra. Kini Lisa sudah ditangkap polisi dan telah dijebloskan ke tahanan Mapolrestabes Surabaya sejak Kamis (16/4).
BACA JUGA:PPA Polres Gresik Amankan Anggota Gangster yang Sekap dan Perkosa Siswi SMP

Mini Kidi Wipes.--
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan mengatakan, kasus ini bermula saat tersangka berpacaran dengan anak korban bernama sejak tahun 2025. Hubungan mereka sangat dekat, sampai tersangka sempat diajak Agus tinggal bersama dengan korban di rumahnya.
"Lalu dalam perjalanannya, mereka sempat agak renggang pacaran tetapi kemudian sebelumnya pacar ini sudah dekat dengan keluarganya, termasuk juga dengan korban ini kakek yang umur 80 tahun ini," katanya, Kamis, 7 Mei 2026.
BACA JUGA:Pilu, Siswi SMP Asal Surabaya Disekap dan Diperkosa Sekelompok Remaja di Gresik

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Suatu hari, tersangka menelepon korban untuk bertemu di suatu tempat pada Oktober 2025. Sesampainya di tempat janjian, korban tiba-tiba disekap oleh dua orang laki-laki dan dibawa ke sebuah apartemen.
Kemudian, pelaku penyekapan itu bilang kepada korban bahwa salah satu anaknya memiliki utang dan pinjaman yang harus segera dikembalikan. Kuat dugaan, dua laki-laki itu diberi informasi oleh Lisa terkait finansial anak korban.
"Ada adiknya nomor dua itu yang memang secara kehidupan itu memang belum mapan begitu ya dan ada persoalan dengan ekonomi," jelasnya.
BACA JUGA:Mas Adi Dorong Persekap Bangkit dan Jadi Kebanggaan Kota Pasuruan
Sehingga, korban dikurung oleh para penculik itu di kamar apartemen atau hotel yang berpindah-pindah, terakhir di apartemen Kecamatan Mulyorejo. Dia dikurung dalam sebuah kamar tanpa dibekali ponsel.
"Setiap hari dikasih paket makanan gitu. Dan berpindah-pindah di beberapa tempat," ujarnya.
Sumber:









