15 Desa di Gresik Gelar Pilkades Serentak Tahun 2026, Pemkab Sosialisasikan Sistem E-Voting
Sosialisasi e-voting Pilkades Serentak Gelombang I yang digelar Pemkab Gresik. --
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sebanyak 15 desa di Kabupaten Gresik yang saat ini dipimpin penjabat (Pj) kepala desa akan mengikuti Pilkades serentak gelombang I pada November 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan mulai menerapkan sistem digital e-voting pada Pilkades kali ini.
Upaya pematangan penerapan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) itu pun mulai disosialisasikan, pada Senin 15 Juni 2026. Dihadiri oleh perwakilan kecamatan dan pemerintah desa.
BACA JUGA:Dinas PMD Magetan Prediksi Pilkades e-Voting Butuh Rp12 Miliar

Mini Kidi Wipes.--
Sosialisasi itu juga menghadirkan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andrari Grahitandaru, untuk memaparkan aspek teknis penerapan e-voting dalam pelaksanaan Pilkades.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menjelaskan bahwa penerapan e-voting merupakan bagian upaya modernisasi tata kelola demokrasi desa. Agar lebih cepat, akurat, dan transparan.
BACA JUGA:Polwan Jenggala Presisi Polresta Sidoarjo Patroli Kamtibmas Pascapilkades Serentak 2026
“Gagasan penerapan e-voting ini muncul karena dinilai mampu mempercepat proses pemungutan dan penghitungan suara, sekaligus meningkatkan akurasi serta validitas hasil pemilihan,” kata Washil.
Menurutnya, sistem digital e-voting dapat meminimalkan berbagai potensi kesalahan yang kerap terjadi dalam proses manual. Sekaligus untuk efisiensi waktu dalam proses penghitungan suara yang kerap berlangsung hingga larut malam.
“Selama ini penghitungan suara bisa sampai malam hari, bahkan menyebabkan kelelahan bagi panitia dan petugas, maka dengan e-voting proses tersebut dapat dilakukan jauh lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Ia menilai, penerapan e-voting juga sejalan dengan arah kebijakan digitalisasi pemerintahan yang saat ini terus didorong melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Berbagai persiapan pun mulai dimatangkan pihaknya, termasuk dari sisi anggaran dan infrastruktur digital yang dimiliki saat ini. Pihaknya yakin, e-voting akan mampu mempercepat proses pemungutan hingga meningkatkan kepercayaan publik.

Gempur Rokok Illegal--
Sumber:









