Sepekan Belum Ditemukan, Operasi SAR Terhadap Anak Hilang di Bengawan Solo Gresik Dihentikan

Sepekan Belum Ditemukan, Operasi SAR Terhadap Anak Hilang di Bengawan Solo Gresik Dihentikan

Petugas memberi tahu keluarga korban terkait penutupan operasi pencarian di Bengawan Solo tepat di hari ketujuh. -Achmad Willy Alva Reza-

GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID - Pencarian terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) yang diduga hilang di Bengawan Solo Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, GRESIK, tak menemukan hasil. Tim SAR gabungan pun resmi menghentikan operasi pencarian tepat di hari ketujuh, Minggu, 8 Juni 2025. 

BACA JUGA:Sempat Cium Bau Tak Sedap, Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Anak Down Syndrome di Bengawan Solo

Pencarian terhadap anak dengan down syndrome, AH (9) itu dimulai sejak Senin lalu. Namun, petugas belum menemukan perkembangan signifikan yang dapat mempermudah pencarian.


Mini Kidi--

“Di hari ketujuh pencarian kami belum berhasil menemukan korban, Minggu sore ini Opsar kami hentikan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, Minggu 8 Juni 2025. 

Sementara itu, pihak keluarga dihadirkan saat apel penutupan di posko SAR gabungan. Keluarga telah diberi tahu terkait penghentian pencarian dan mereka mengaku menerima keputusan tersebut.

BACA JUGA:Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Anak Down Syndrome yang Tercebur di Bengawan Solo

“Keluarga korban sudah menerima (keputusan ini) meski berat,” ucap Sukardi.

Sebelumnya, pencarian itu juga tetap dilakukan petugas di momen Hari Raya Iduladha. Namun, belum ada tanda-tanda baru yang mengarah pada lokasi korban.

Satu-satunya petunjuk yang dimiliki petugas adalah jejak kaki dan sandal korban yang ditemukan di tepi sungai. Hal itu menjadi petunjuk kuat yang mengarahkan pencarian di aliran sungai bengawan solo. 

BACA JUGA:Anak Berkebutuhan Khusus Hilang Diduga Tercebur Bengawan Solo, BPBD Gresik Gencarkan Pencarian

“Hal yang menguatkan dugaan korban jatuh di Bengawan Solo karena hanya ada jejak pergi, namun tanpa jejak kembali,” tuturnya.

Berbagai upaya pun telah dilakukan petugas, mulai dari menyisir sungai sejauh 15 kilometer ke arah aliran air, dan memakai metode penjangkaran. Petugas juga membuka pintu air Bendung Gerak Sembayat (BGS) guna mengurai sampah-sampah di sungai. 

“Kita sudah maksimalkan pencarian selama tujuh hari. Namun belum membuahkan hasil, jadi ditutup dengan hasil nihil,” tandasnya. 

Sumber: