new idulfitri

Fenomena ‘Jam Karet’, Kebiasaan Terlambat yang Dianggap Wajar

Fenomena ‘Jam Karet’, Kebiasaan Terlambat yang Dianggap Wajar

Terlambat datang kerap dianggap hal biasa, padahal mencerminkan rendahnya disiplin waktu-(sumber: pinterest) -

Jika lingkungan sekitar terbiasa tidak tepat waktu, kebiasaan ini mudah ditiru.

Dampak yang Sering Diabaikan

Meski dianggap sepele, ‘jam karet’ memiliki dampak yang cukup serius, terutama dalam dunia kerja dan pendidikan. Beberapa dampaknya antara lain:

- Menghambat jalannya kegiatan

- Mengurangi produktivitas

- Menurunkan kepercayaan dan profesionalitas

- Merugikan pihak lain yang sudah datang tepat waktu

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membentuk citra negatif, baik secara individu maupun kelompok.

Perlu Diubah Secara Bertahap

Mengubah kebiasaan ‘jam karet’ memang tidak mudah, tetapi bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti:

1. Datang 10–15 menit lebih awal

2. Membuat jadwal harian yang jelas

3. Menghargai waktu orang lain

4. Mengurangi kebiasaan menunda

Kesadaran bahwa waktu adalah bagian dari tanggung jawab menjadi kunci utama.

Sumber: