new idulfitri

Halalbihalal Memorandum Jadi Momentum Rekonsiliasi Karyawan

Halalbihalal Memorandum Jadi Momentum Rekonsiliasi Karyawan

Suasana halalbihalal Memorandum dengan penuh kehangatan dan kebersamaan antar karyawan.-Mg/Nur Zuwidatul Chusnah-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.IDHalalbihalal Memorandum menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperbarui komitmen kerja bersama dengan meneladani nilai rekonsiliasi yang berakar dari sejarah bangsa, Jumat 27 Maret 2026.

BACA JUGA:Sajian Rumahan Satukan Karyawan di Halalbihalal Memorandum

Kegiatan yang dihadiri jajaran pimpinan dan karyawan tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Dalam suasana kekeluargaan, para peserta saling berjabat tangan dan bertukar maaf sebagai bagian dari tradisi halalbihalal.


Mini Kidi Wipes.--

Selain itu, dalam sambutan, Direktur Memorandum Ahmad Syaiku menekankan pentingnya menjadikan halalbihalal sebagai titik awal memperbaiki hubungan dan meningkatkan kerja sama.

“Hal-hal kemarin yang membuat salah disengaja maupun tidak disengaja, semoga itu memang tidak disengaja. Kini kita bertemu untuk menjadikan lembaran baru, untuk memorandum setia dalam bekerja. Tujuannya untuk kebaikan kita bersama agar kita bisa menikmati kebersamaan bersama,” ujar Syaiku.

BACA JUGA:Hangatnya Halalbihalal Memorandum dengan Sajian Lontong Cap Gomeh

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi juga ruang refleksi dan rekonsiliasi dalam kehidupan profesional.

Sementara itu, secara historis, halalbihalal memiliki akar kuat dalam dinamika politik Indonesia sejak 1948 atas gagasan KH Wahab Chasbullah yang disampaikan kepada Presiden Soekarno.

BACA JUGA:Memorandum Gelar Halalbihalal, Refleksi Menata Diri dan Memulai Langkah Baru

Saat itu, Indonesia tengah menghadapi konflik internal, termasuk gejolak pasca peristiwa Pemberontakan PKI Madiun 1948.

Atas saran tersebut, Bung Karno mengundang para tokoh politik yang berselisih ke Istana Negara dalam sebuah pertemuan Idulfitri sebagai upaya meredam ketegangan nasional melalui pendekatan kultural dan keagamaan.

BACA JUGA:Halalbihalal Memorandum, Dirut Tekankan Integritas dan Budaya Saling Memaafkan

Istilah halalbihalal dimaknai sebagai upaya mencari penyelesaian secara baik, sehingga menjadi simbol rekonsiliasi khas Indonesia.

Sumber: