Ramadan, Musim Panen Koruptor
--
Sementara bagi sebagian pejabat, Ramadan hanyalah jeda jam makan.
Padahal masyarakat sedang menaruh harapan besar pada daerah. Otonomi daerah seharusnya membuat pelayanan lebih dekat, pembangunan lebih cepat, dan kesejahteraan lebih terasa.
BACA JUGA:Alam Berduka, Bandung Membara
Namun yang sering terasa justru berita penangkapan.
Setiap kali ada kepala daerah diciduk, rakyat kembali bertanya: salah memilih, atau sistemnya yang memang membuat orang mudah tergoda?
BACA JUGA:Operasi Lilin dan Dosa Tahunan
Mungkin keduanya.
Politik biaya mahal. Kampanye mahal. Tim sukses mahal. Setelah menang, godaan untuk “balik modal” sering kali datang lebih cepat daripada janji pembangunan.
BACA JUGA:Sekali Isap, Langsung Narkotika
Di sinilah korupsi mulai mencari jalannya.
Ramadan seharusnya menjadi cermin. Momentum untuk berhenti. Mengoreksi diri.
BACA JUGA:Ketika Banjir Mencari Bupati
Sayangnya, bagi sebagian pejabat, cermin itu mungkin tertutup tumpukan proposal proyek.
Dan jika dalam satu bulan suci saja masih ada kepala daerah yang tertangkap, publik tentu boleh bertanya:
BACA JUGA:Drama Tumbler Berbuah Surga
Sumber:





