Ramadan, Musim Panen Koruptor
--
Bulan ketika ceramah agama di mana-mana. Masjid penuh. Media sosial dipenuhi kutipan ayat dan hadis. Spanduk bertuliskan “Marhaban Ya Ramadan” bergantungan di jalan-jalan.
Namun rupanya spanduk itu tidak sampai ke ruang kerja sebagian pejabat.
BACA JUGA:Membela Istri Bisa Menggugurkan Jabatan
Atau mungkin sampai, tapi tidak dibaca.
Yang lebih memprihatinkan: banyak dari mereka sebelumnya tampil religius. Ada yang rajin umrah. Ada yang sering hadir di acara keagamaan. Ada yang fasih bicara soal moral dan integritas.
BACA JUGA:Polisi Mau Pulang ke Mana
Ternyata integritas sering berhenti di mimbar.
Begitu turun dari panggung, godaan proyek lebih kuat daripada godaan takjil.
BACA JUGA:Burung Besi Itu Kalah di Bulusaraung
Kita tentu harus mengapresiasi aparat penegak hukum yang masih bekerja di bulan puasa. Operasi tangkap tangan tidak ikut berpuasa. Tetap berjalan.
Artinya satu: praktiknya juga tidak berpuasa.
BACA JUGA:Rompi Oranye Itu Akhirnya Dilipat
Korupsi tetap jalan. Suap tetap mengalir. Transaksi gelap tetap terjadi.
Seolah-olah Ramadan hanya berlaku untuk rakyat biasa.
BACA JUGA:Ancaman Superflu di Tengah Bayang-Bayang Covid-19
Sumber:





