Hari Raya Idulfitri 1447 H

Ramadan, Musim Panen Koruptor

Ramadan, Musim Panen Koruptor

--

Bulan ketika ceramah agama di mana-mana. Masjid penuh. Media sosial dipenuhi kutipan ayat dan hadis. Spanduk bertuliskan “Marhaban Ya Ramadan” bergantungan di jalan-jalan.

Namun rupanya spanduk itu tidak sampai ke ruang kerja sebagian pejabat.

BACA JUGA:Membela Istri Bisa Menggugurkan Jabatan

Atau mungkin sampai, tapi tidak dibaca.

Yang lebih memprihatinkan: banyak dari mereka sebelumnya tampil religius. Ada yang rajin umrah. Ada yang sering hadir di acara keagamaan. Ada yang fasih bicara soal moral dan integritas.

BACA JUGA:Polisi Mau Pulang ke Mana

Ternyata integritas sering berhenti di mimbar.

Begitu turun dari panggung, godaan proyek lebih kuat daripada godaan takjil.

BACA JUGA:Burung Besi Itu Kalah di Bulusaraung

Kita tentu harus mengapresiasi aparat penegak hukum yang masih bekerja di bulan puasa. Operasi tangkap tangan tidak ikut berpuasa. Tetap berjalan.

Artinya satu: praktiknya juga tidak berpuasa.

BACA JUGA:Rompi Oranye Itu Akhirnya Dilipat

Korupsi tetap jalan. Suap tetap mengalir. Transaksi gelap tetap terjadi.

Seolah-olah Ramadan hanya berlaku untuk rakyat biasa.

BACA JUGA:Ancaman Superflu di Tengah Bayang-Bayang Covid-19

Sumber: