Surabaya, Memorandum.co.id - Upaya memperluas perdagangan antardaerah terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Termasuk saat Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin kegiatan Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau di Pekanbaru dengan membawa 98 pelaku usaha Jatim untuk melakukan business meeting dengan 168 pelaku usaha asal Riau. Hingga Misi Dagang ditutup, tak kurang transaksi yang terjadi antara trader dengan buyer dari Jatim dan Riau selama tujuh jam menembus angka Rp 362 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa market perdagangan dalam negeri antar kedua daerah, baik Jatim maupun Riau begitu besar. "Kita mencoba mempertemukan trader dan buyer melalui Misi Dagang ini. Di Pekanbaru ini, menjadi kegiatan Misi Dagang kedua yang kami selenggarakan di tahun 2020. Kami berharap agar transaksi bisa terjadi secara berkelanjutan antara Jatim dan Riau," kata Khofifah. Disampaikan gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini, kondisi ekonomi dunia mulai adanya tradewar Amerika-Tiongkok, adanya coronavirus effect, membuat prediksi pertumbuhan ekonomi dunia, nasional, dan regional mengalami koreksi karena ada pengaruh pada ekspor dan impor. Sehingga butuh diantipasi agar pertumbuhan ekonomi lokal tidak mengalami pelemahan. "Padahal di sisi lain kita ini punya captive market luar biasa di perdagangan dalam negeri. Maka kita menginisiasi mempertemukan trader dengan buyer. Seperti di Riau ini, mereka butuh apa dan kita bisa suplai apa begitu sebaliknya, itu yang kita matchkan," kata Khofifah. Begitu juga di sektor pertanian, ternyata yang banyak diminati Riau dari Jatim adalah bibit cabai. Kemudian juga ada dolomit yang banyak diminati lantaran Riau memiliki jutaan hektar lahan perkebunan sawit. "Berdasarkan data dari Sekdaprov Riau, di sini lahan sawitnya mencapai 3,4 juta hektar. Jadi ini area yang sangat besar kebutuhan dolomitnya, sedangkan kita punya deposit dolomit cukup besar dan kandungan magnesiumnya signifkan, maka ini pentingnya kita menemukenalkan potensi dan kebutuhan antar daerah," tandas Khofifah. Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, jika ekspor atau permintaan eksternal melemah akibat adanya isu global, maka pertumbuhan ekonomi bisa dikompensasi dengan permintaan antardaerah. "Salah satu cara yang efektif menangkal adanya pelemahan ekonomi di tengah kondisi global saat ini adalah memperkuat perdagangan antar daerah. Jadi potensi perdagangan dalam negeri cukup besar dan luar biasa. Termasuk bagi Jawa Timur yang menjadi pemasok 17 provinsi di kawasan timur Indonesia. Maka perdagangan antar daerah menjadi hal strategis," kata Difi.(*)
Transaksi Dagang Jatim ke Riau Tembus Rp 362 Miliar
Jumat 06-03-2020,15:01 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-02-2026,16:50 WIB
Grandmaster Knight of the Favonius Hadir di Teyvat: Profil Lengkap, Skill, Lore, dan Review Gameplay Karakter
Selasa 24-02-2026,17:14 WIB
Anggota DPRD Magetan Ajukan Praperadilan terhadap Kajari, Kajati Jatim dan Jaksa Agung
Selasa 24-02-2026,20:00 WIB
Trio Penyerang Persebaya Kembali Berlatih Jelang Hadapi PSM Makassar
Selasa 24-02-2026,17:31 WIB
ART di Surabaya Gasak Emas Majikan Senilai Rp 500 Juta
Selasa 24-02-2026,17:21 WIB
Tips Aman Liburan ke Air Terjun yang Lagi Hype di Indonesia 2026
Terkini
Rabu 25-02-2026,16:20 WIB
Jatim Borong 13 Penghargaan Nasional, Khofifah Pembina Terbaik Pengelolaan Sampah 2026
Rabu 25-02-2026,16:14 WIB
Kapolresta Banyuwangi Sidak Pangan dan Energi Pastikan Stabilitas Harga Jelang Ramadan 1447 H
Rabu 25-02-2026,16:12 WIB
10 Ide Food Prep Praktis untuk Sahur Anti Ribet dan Tetap Bergizi
Rabu 25-02-2026,16:02 WIB
Jangan Asal Pilih Telur, Ini Arti Cangkang dan Bentuk yang Perlu Diperhatikan
Rabu 25-02-2026,16:00 WIB