Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Tertipu Arisan Bodong, Penyanyi Dangdut Wadul ke Rumah Aspirasi Cak Ji

Tertipu Arisan Bodong, Penyanyi Dangdut Wadul ke Rumah Aspirasi Cak Ji

Cak Ji mendengarkan aspirasi beberapa Penyanyi Dandut yang mengalami penipuan arisan bodong--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sebanyak 84 orang yang mayoritas merupakan penyanyi dangdut dan pelaku seni di SURABAYA menjadi korban penipuan arisan bodong.

Para korban mendatangi Rumah Aspirasi Cak Ji, Selasa 12 Mei 2026 untuk meminta keadilan setelah pelaku yang juga rekan seprofesi menghilang.

BACA JUGA:Modus Import Bodong Rugikan Rp 5,6 Miliar, Dina Marisa Tanamal Diadili di PN Surabaya


Mini Kidi Wipes.--

Pelaku yang dimaksud adalah rekan seprofesi mereka sendiri, seorang penyanyi yang bernama Novita Sari dengan nama panggung Novita Amanda.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun terdapat 84 orang yang terjerat dalam lingkaran arisan fiktif ini dengan kerugian beragam bahkan ada yang mencapai 195 juta.

BACA JUGA:Pecatan ASN Dalang Penipuan SK Bodong Gresik Diringkus di Kalteng, Raup Rp1,5 Miliar dari 14 Korban

Perwakilan korban, Dea Bonita mengungkapkan pelaku menggunakan skema Jual Beli Arisan fiktif dengan iming-iming keuntungan yang sangat tinggi, mulai dari 20% hingga 50%. 

"Sistemnya ada yang untungnya 20%, ada yang lebih. Bahkan ada yang sampai 50%. Awalnya dibilang ada orang yang butuh uang karena kecelakaan atau operasi, ternyata itu cuma alibi dia saja untuk menjual slot fiktif di grup WhatsApp," ungkap Dea, Selasa 12 Mei 2026.

Hubungan pertemanan yang erat diantara mereka membuat para korban tidak menaruh curiga di awal, apalagi, pada periode Februari hingga Maret 2026 pembayaran bunga masih berjalan lancar.

BACA JUGA:Jual Rumah Bodong Rp 650 Juta, Eric Divonis Majelis Hakim PN Surabaya 18 Bulan Penjara

"Awalnya arisan ini sistem bulanan, lalu berubah jadi dua minggu sekali, sampai akhirnya seminggu sekali dan bahkan ditawarkan setiap hari, karena lancar di awal, kami tidak curiga," lanjutnya.

Berdasarkan data yang dihimpun para korban, total kerugian pokok mencapai Rp1,848 miliar. Jika dihitung beserta bunga yang dijanjikan, angka tersebut membengkak hingga Rp2,2 miliar dengan total korban mencapai 84 orang.

Dea menjelaskan sebelum menghilang, pelaku disebut sempat membuat pengakuan mengejutkan di dalam grup WhatsApp.

Sumber: