Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

DPRD Surabaya Evaluasi Program MBG Usai Keracunan Massal di Tembok Dukuh

DPRD Surabaya Evaluasi Program MBG Usai Keracunan Massal di Tembok Dukuh

Tri Didik Adiono mengunjungi rumah korban keracunan program MBG di Tembok Dukuh, Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Anggota Komisi A DPRD Surabaya Tri Didik Adiono mengunjungi korban keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Selasa 12 Mei 2026.

Dalam kunjungannya, legislator Fraksi PDI Perjuangan yang akrab disapa Didik Beldex itu menyerap aspirasi warga sekaligus memastikan kondisi kesehatan para korban.

Didik mendapati kondisi psikologis warga masih terguncang sehingga banyak yang enggan menerima kembali program tersebut.

"Saat saya tanyakan langsung kepada korban dan keluarganya, banyak yang mengaku trauma. Bahkan, ada yang secara terang-terangan menolak untuk menerima program MBG lagi karena takut kejadian serupa terulang," ungkap Didik.

BACA JUGA:Ratusan Siswa Surabaya Keracunan Program MBG, DPRD Desak Evaluasi Total dan Audit Distribusi


Mini Kidi Wipes.--

Menurutnya, kondisi tersebut sangat disayangkan karena program MBG sejatinya memiliki tujuan baik untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui asupan gizi yang layak.

Meski mendukung penuh program tersebut, Didik menilai pelaksanaan di lapangan perlu mendapat perhatian serius.

Ia menyebut ada kemungkinan rantai koordinasi atau pengawasan yang terputus sehingga kualitas makanan yang diterima masyarakat tidak terjamin keamanannya.

"Program ini sangat baik untuk masyarakat, tetapi pelaksanaannya yang harus dievaluasi secara menyeluruh. Jangan sampai niat baik ini justru menimbulkan korban," tegasnya.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Selain itu, Didik mendesak Pemerintah Kota Surabaya dan dinas terkait agar tidak menganggap remeh insiden tersebut.

Ia meminta pengawasan berlapis dilakukan mulai proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

"Harus ada pengawasan dan evaluasi ketat terkait kejadian kemarin. Keamanan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas segalanya," pungkas anggota Komisi A DPRD Surabaya tersebut. (alf)

 
 
 

Sumber: