Sand Frying: Amankah Digunakan? Mitos dan Fakta

Kamis 28-03-2024,11:07 WIB
Reporter : Alreza Deva Febriawati
Editor : Eko Yudiono

MEMORANDUM - Sand frying atau menggoreng dengan pasir merupakan teknik memasak yang semakin populer sebagai alternatif menggoreng dengan minyak. Teknik ini diklaim lebih sehat karena tidak menggunakan minyak, sehingga bebas kolesterol dan lemak. 

Namun, banyak pertanyaan mengenai keamanan penggunaan pasir untuk menggoreng.

Mitos:

BACA JUGA:Pecahkan Rekor 19 Tahun, Indonesia Permalukan Vietnam 3-0 di Kandang

1. Pasir dapat menyebabkan keracunan: Pasir yang digunakan untuk sand frying umumnya pasir silika yang aman untuk digunakan. Pastikan pasir yang digunakan dibeli dari toko terpercaya dan khusus untuk sand frying.

2. Pasir dapat menempel pada makanan: Teknik sand frying yang benar dapat meminimalisir pasir menempel pada makanan. Pastikan pasir panas dan makanan kering sebelum digoreng.

3. Pasir tidak dapat menghasilkan makanan yang renyah: Sand frying dapat menghasilkan makanan yang renyah, meskipun teksturnya mungkin berbeda dengan gorengan minyak.

BACA JUGA:Jaga J-Daulat Pangan, Bupati Hendy Berikan Bantuan Pupuk Si-Jempol

Fakta:

1. Sand frying lebih sehat: Sand frying tidak menggunakan minyak, sehingga bebas kolesterol dan lemak. Hal ini ideal untuk orang yang ingin hidup lebih sehat atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

2. Sand frying lebih hemat: Pasir dapat digunakan berulang kali, sehingga lebih hemat dibandingkan minyak goreng yang harus dibuang setelah digunakan.

3. Sand frying lebih ramah lingkungan: Sand frying tidak menghasilkan limbah minyak goreng yang dapat mencemari lingkungan. (mg2)

Kategori :