Jakarta, memorandum.co.id - Pelaku kejahatan siber kian marak mendistribusikan aplikasi APK Android berbahaya yang menolak dekompilasi dengan menggunakan algoritma kompresi yang tidak dikenal dan telah dimodifikasi. Kelebihan utama dari metode ini adalah untuk menghindari deteksi alat keamanan (polisi siber, red) menggunakan analisis statis dan menghambat pemeriksaan oleh peneliti. Laporan zLab yang diterbitkan belum lama ini mengklaim ada 3.300 APK menggunakan metode anti-analisis yang tak biasa ini. Demikian seperti dikutip dari laman Bleeping Computer, Senin (21/8/2023). Bahayanya lagi, para peneliti menemukan subset dari 71 APK jahat yang bekerja dengan baik pada OS Android versi 9 (API 28) dan yang lebih baru. Lebih lanjut, Zimperium mengklarifikasi bahwa tidak satu pun dari aplikasi ini ada di Google Play Store, tetapi mencantumkan kodenya di bagian bawah laporan untuk membantu orang yang mencari aplikasi dari toko pihak ketiga menemukan dan mencopotnya.(*/rdh)
Sebanyak 3.300 Aplikasi APK Android Gunakan Trik Agar Tak Terdeteksi Polisi Siber
Senin 21-08-2023,23:08 WIB
Reporter : M Ridho
Editor : M Ridho
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-04-2026,14:41 WIB
GMNI Jember Bongkar Gurita Politik dan Konflik Kepentingan di Balik SPPG
Minggu 19-04-2026,19:42 WIB
Joko Anwar Berencana Pensiun dari Dunia Film Demi Mencari Ketenangan Batin
Minggu 19-04-2026,16:04 WIB
Tiga Kali Sidak Tetap Nekat Buka, Warga Kedung Baruk Tuntut Penutupan Permanen Casbar MERR
Minggu 19-04-2026,14:22 WIB
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Gresik Mulai Bersiap Antisipasi Potensi Krisis Air
Minggu 19-04-2026,14:03 WIB
Gagal Bobol Rumah Warga, Motor Maling di Wonorejo Hangus Dipanggang Massa
Terkini
Senin 20-04-2026,09:58 WIB
Hari Pelanggan Jadi Bukti Kepuasan Peserta, JKN Hadirkan Layanan Kesehatan Praktis
Senin 20-04-2026,09:42 WIB
Inovasi Pernikahan Outdoor: Aston Sidoarjo Jadi Pelopor Garden Wedding Showcase Pertama di Kota Delta
Senin 20-04-2026,09:20 WIB
Ditres PPA-PPO Polda Jatim Bebaskan PMI Arab Saudi yang Dianiaya Majikan
Senin 20-04-2026,09:02 WIB
Warga Surabaya Keluhkan Selisih Pembayaran Tilang Elektronik
Senin 20-04-2026,08:55 WIB