Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Gresik Mulai Bersiap Antisipasi Potensi Krisis Air
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.--
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) GRESIK mulai menaikkan level kewaspadaan menyusul prediksi musim kemarau yang datang lebih awal. Terdapat 6 kecamatan yang berpotensi terdampak di fase awal.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut, berdasarkan data, dampak tersebut dapat meluas hingga 12 kecamatan saat puncak kemarau pada Juli–September. Pihaknya pun mulai menginstruksikan jajarannya untuk melakukan antisipasi lebih dini.
BACA JUGA:Polisi Selidiki Sejumlah Nama Terkait Penipuan SK ASN Pemkab Gresik

Mini Kidi Wipes.--
“Semua harus sudah siap dari sekarang. Kecamatan harus tahu titik rawan, desa harus tahu kondisinya. Tidak boleh ada yang terlambat,” kata Yani, Minggu 19 April 2026.
Melalui BPBD, pemkab menyiapkan skema intervensi berupa droping air. Sejumlah sarana disiagakan, mulai dari 5 unit truk tangki, puluhan tandon, hingga ratusan jerigen air. Meski begitu, terdapat keterbatasan armada untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak.
BACA JUGA:Pemkab Gresik Terima Kunjungan Kemenlu, Bupati Yani Beber Pengembangan Investasi
“Dengan keterbatasan ini, kita tidak bisa kerja biasa. Harus berbasis data, harus tepat sasaran, dan harus cepat,” tuturnya.
Oleh karenanya, ia menekankan dilakukannya pemanfaatan sumber air alternatif dan kerja sama lintas sektor. Tidak lagi hanya mengandalkan dropping air seperti yang selama ini digunakan untuk mengatasi krisis.
“Kita harus berani keluar dari pola lama. Sumber air yang ada harus dioptimalkan, termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Ini soal strategi,” imbuhnya.
BACA JUGA:Perkuat Akurasi Data Desa, Pemkab Gresik Canangkan Program Desa Cantik di Kecamatan Manyar
Selain itu, dirinya juga mendorong adanya kesiapsiagaan di tingkat rumah tangga. Salah satunya yakni memastikan masyarakat memiliki cadangan air secara mandiri. Seperti memakai jerigen hingga tandon air.
“Kita harus membangun kesiapan dari bawah, bukan hanya mengandalkan pemerintah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa pemetaan wilayah rawan telah dilakukan sebagai dasar intervensi.
Sumber:






