Mojokerto, memorandum.co.id- Polres Mojokerto lakukan ungkap kasus Investasi bodong yang di otaki dua wanita asal Kecamatan Ngoro. Pelaku berhasil memperdayai 82 korban. Total kerugian yang diderita para korban mencapai Rp 3,7 miliar. Waka Polres Mojokerto Kompol Afner Pangaribuan mengatakan, investasi bodong dan Arisan online di bidang perdagangan kosmetik ini diotaki 2 perempuan. Yaitu Melania Widiastuti (28), warga Ngetrep Desa Sedati, Ngoro, Mojokerto dan Sulistyani (30), warga Desa Sumbergandu, Pilangkenceng, Madiun ini turut serta membantu di bidang Kosmetik . "Modusnya pelaku menawarkan investasi bisnis dagang kosmetik kepada para korban dengan keuntungan 10-25 persen dalam 2 minggu," kata Afner ketika jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Senin (14/8). Penipuan berkedok investasi dagang kosmetik ini, lanjut Afner, dijalankan Melania sejak Oktober 2022. Ibu anak 1 ini berhasil memperdaya 82 korban yang sebagian besar warga Kabupaten dan Kota Mojokerto. Sedangkan para korban lainnya berasal dari Kalimantan, Jakarta, Tangerang, Jepara, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Madiun, Nganjuk, Kediri dan Blitar. "Total kerugian para korban Rp 3,7 miliar," terangnya. Namun, sejauh ini baru 5 korban yang bersedia melapor ke Polres Mojokerto. Total kerugian kelima korban Rp 1.063.530.000. Afner mengimbau korban lainnya segera melapor. "Kami imbau masyarakat yang merasa menjadi korban agar melaporkan ke Satreskrim Polres Mojokerto dengan membawa bukti," jelasnya. Kepada penyidik, Melania mengaku menghabiskan uang para korban untuk kebutuhan pribadinya. Sebagian lainnya ia investasikan kepada Sulistyani. Oleh sebab itu, Sulistyani juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. "Masih kami dalami, pengembangan karena ada kemungkinan mengarah ke situ (tindak pidana pencucian uang/TPPU)," tegas Afner. Polisi juga berhasil menyita uang dan barang hasil penipuan dari tangan Melania. Antara lain berupa mobil Mitsubishi Pajero Dakkar nopol S 64 NBI, Truk Colt Diesel Canter tahun 2022, sepeda motor Vespa nopol S 6444 NBI, sepeda motor Kawasaki Ninja S 4536 QV, 1 Iphone 14 Pro Max, serta uang tunai Rp 20 juta. "Kedua tersangka kami kenakan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP junto pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara," tandasnya.(no/ono)
Dua Perempuan Ngoro Nipu hingga Rp 3,7 Miliar
Senin 14-08-2023,17:04 WIB
Reporter : Eko Yudiono
Editor : Eko Yudiono
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 23-05-2026,22:13 WIB
Gus Fawait Tegaskan Penanganan Kemiskinan di Jember Butuh Gotong Royong
Sabtu 23-05-2026,13:26 WIB
Overkapasitas Jelang Iduladha, Bupati Situbondo Rencanakan Perbaikan Infrastruktur Pasar Hewan
Sabtu 23-05-2026,13:33 WIB
Angka Pengangguran Jatim Turun, Lulusan Perguruan Tinggi Masih Mendominasi
Sabtu 23-05-2026,21:57 WIB
Polres Ngawi Tetapkan Pengasuh Ponpes sebagai Tersangka Kasus Pencabulan Santriwati
Sabtu 23-05-2026,17:18 WIB
Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor Ke Kementerian ATR/BPN
Terkini
Minggu 24-05-2026,11:57 WIB
Satu Tahun Pemerintahan Nanik-Suyatni, Marathon Membangun Magetan di Segala Bidang
Minggu 24-05-2026,11:52 WIB
Bahu Membahu di Gang Desa, Babinsa Kodim Lamongan Bedah Rumah Rutilahu Milik Sujoko
Minggu 24-05-2026,11:39 WIB
Milad Ke-24 PKS Jombang, Bupati Warsubi Apresiasi Penguatan Pangan dan Ekonomi Rakyat
Minggu 24-05-2026,11:23 WIB
Paspor Simpatik Harkitnas, Imigrasi Surabaya Kebanjiran Pemohon: 188 Warga Dilayani di Akhir Pekan
Minggu 24-05-2026,11:07 WIB