Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Menuju Standar Oecd, Pemerintah Siap Sederhanakan Aturan Investasi

Menuju Standar Oecd, Pemerintah Siap Sederhanakan Aturan Investasi

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani--

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani memangkas sejumlah regulasi yang dinilai menghambat investasi serta menyelaraskan standar regulasi dengan OECD melalui evaluasi Pertek dan benchmarking ASEAN serta negara OECD di Istana Negara, Selasa 21 April 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian penyesuaian standar regulasi dengan negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sehingga Indonesia diharapkan semakin ramah terhadap investasi.

 


Mini Kidi Wipes.--

“Pertek (Persetujuan Teknis) juga harus dievaluasi. Kata Bapak Presiden, jika menghambat, tidak perlu ada. Jadi harus terus ditingkatkan,” ujar Rosan usai menghadap Presiden di Istana Negara, Selasa (21/4).

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan perbandingan (benchmarking) dengan negara-negara ASEAN serta standar regulasi OECD dan lainnya.

BACA JUGA:Program MBG Ciptakan Ekosistem Pemberdayaan, Investasi Capai Rp 40 Triliun

Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya arah investasi yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Rosan mengungkapkan bahwa Presiden mengarahkan agar setiap investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.

“Pesan beliau, investasi yang masuk harus mampu mendorong penciptaan lapangan kerja yang tumbuh dengan baik, benar, dan berkualitas,” kata Rosan.

BACA JUGA:Investasi Rp 497 Triliun Masuk Indonesia Triwulan I 2026 Serap 627 Ribu Tenaga Kerja

Presiden juga menekankan pentingnya percepatan eksekusi kebijakan investasi agar tidak terhambat oleh regulasi yang berbelit.

“Ini sangat penting dan harus segera diakselerasi. Jangan sampai regulasi justru menjadi penghambat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rosan menyebutkan bahwa sejumlah komitmen investasi menunjukkan angka yang signifikan.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Pusat Finansial Khusus, Strategi Tarik Investasi Asing

Dari Jepang, potensi investasi tercatat mendekati USD 30 miliar, sementara dari Korea Selatan sekitar USD 10 miliar.

Investasi dari Tiongkok juga disebut tetap tinggi dan konsisten.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Ia menambahkan, tren positif ini sejalan dengan target investasi nasional yang meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.

Jika pada periode 2014–2024 total realisasi investasi mencapai sekitar Rp 9.100 triliun, maka pada periode 2025–2029 targetnya ditingkatkan menjadi lebih dari Rp 13.000 triliun. (–)

Reporter:

Keyword Pendek

 

Keyword Panjang

Sumber: