Gresik, Memorandum.co.id - Dua masalah garam yang terjadi di Indonesia, menjadi perhatian Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat meresmikan PT Garam Persero di Kabupaten Gresik, Jumat (20/12). Dia mengatakan, persoalan itu adalah impor dan nasib petani garam. Karena persoalan impor dapat mempengaruhi harga jual dari petani garam sehingga memengaruhi nasib petani. Setelah PT Garam diresmikan dan berproduksi, diharapkan mampu mengatasi kedua persoalan tersebut. "Kedua isu ini (impor dan nasib petani garam,red) selalu dibenturkan. Sehingga terkesan bahwa pemerintah tidak hadir untuk petani garam dan seolah pemerintah membiarkan begitu saja impor garam. Ini malah menjatuhkan harga garam rakyat. Inilah kabar yang selalu menghiasi dan bahkan seolah tidak ada solusi," jelasnya, kemarin. Mindset tidak ingin menyelesaikan masalah sampai ke akarnya itu akan berulang kalau tidak diawali dengan niat sungguh-sungguh untuk menyelesaikan. "Mudah-mudahan dengan komisioning pilot projects industri garam terintegrasi ini kita semua mulai berfikir menyelesaikan masalah dari akarnya," terangnya. Masalah harga garam rakyat tidak sesuai dengan biaya produksi itu memang dari kualitas garam rakyat itu sendiri dengan tingkat Natrium Klorida (NaCl) nya rendah. Ketika NaCl nya rendah maka market akan merespon harga garam dengan rendah. [penci_related_posts dis_pview="no" dis_pdate="no" title="baca juga" background="" border="" thumbright="no" number="4" style="list" align="left" withids="" displayby="tag" orderby="rand"]Di sisi lain, Indonesia memiliki panjang garis pantai terpanjang ke dua di dunia hanya kalah dengan Kanada. Di garis pantai itulah sumber garam. "Indonesia bertumpu pada garis pantai itu. Nah disitulah kepedulian kita itu diuji. Mampukah kita menyelesaikan masalah petani garam sampai ke akar-akarnya," tambahnya. Dengan cara meningkatkan kualitas garam rakyat dan mesin atau pabrik yang dibangun oleh PT Garam dengan dukungan dari (BPPT) yang sifatnya terintegrasi sehingga menghasilkan garam Itulah pintu solusi untuk mengatasi masalah sampai ke akar-akarnya dengan target produksi garam 40.000 ton per tahun. (dri/har/mik)
Dua Isu Garam Jadi Perhatian Menristek
Sabtu 21-12-2019,06:26 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 19-10-2026,11:59 WIB
Kapolda Jatim Turun Langsung ke Jalan, Pastikan Kelancaran Arus Lalu Lintas Surabaya
Senin 19-10-2026,20:58 WIB
Patroli Gabungan Satpol PP Kota Madiun Sasar Toko Kelontong, Rokok Ilegal Nihil Temuan
Senin 19-10-2026,17:08 WIB
Polres Gresik Gerebek Sarang Narkoba Menganti, Amankan 12 Orang dan Sita 31,8 Gram Sabu
Senin 19-10-2026,12:46 WIB
Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Keluarga Korban Sebut Pelaku Lebih dari Satu
Senin 19-10-2026,14:01 WIB
Dilaporkan Hilang 14 Hari, Bapak 2 Anak Ditemukan Tewas Membusuk di Area Sawah Tulangan-Sidoarjo
Terkini
Selasa 20-10-2026,10:53 WIB
Bhabinkamtibmas Paron Pantau Tanaman Cabai, Dorong Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah
Selasa 20-10-2026,10:49 WIB
Kapolres Ngawi Cek Langsung SPBU, Pastikan Stok BBM Aman Tanpa Antrean
Selasa 20-10-2026,10:44 WIB
Perkuat Sinergitas, Kapolres Ngawi Ngopi Bareng Aktivis dan Mahasiswa Bahas Kamtibmas
Selasa 20-10-2026,10:33 WIB
Dua Kapolres Mojokerto Ngopi Bareng Mahasiswa, Buka Ruang Kritik Tanpa Sekat
Selasa 20-10-2026,10:22 WIB