Malang, memorandum.co.id-Beragam konsep wisata di Kota Malang, terus bermunculan. Mulai kuliner, pendidikan, konsep alam, perkampungan tematik, hingga Heritage. Hal ini seakan semakin menguatkan, bahwa Kota Malang adalah Kota tujuan Wisata. Kini, terobosan konsep wisata baru, telah hadir di tengah masyarakat. Melalui praktikum bidang public relation, berkolaborasi bersama Campervan Malang. Selanjutnya 'melahirkan' wisata short trip bernama, Safari Kayutangan. Dengan naik mobil klasik jenis VW, model atap terbuka, seolah menyatu dan terintegrasi dengan nuansa retro. "Kolaborasi bersama Campervan Malang, kami mengeluarkan wisata short trip, Safari Kayutangan. Merupakan trip pendek, berdurasi 30-35 menit mengelilingi Kayutangan dan sekitarnya. Ada beberapa titik lokasi pemberhentian, untuk mengambil spot foto," terang Tata Cita Mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Malang, selaku Humas Campervan Malang, saat ditemui di kawasan Kayutangan Heritage, Selasa (11/07/23). Dalam trip pendek itu, mengambil start - finish di depan Toko Oen atau seberang Gereja. Selanjutnya, menyusuri kawasan Kayutangan Haritage Jl Jend. Basuki Rachmat, kemudian mengikuti jalur Jl Semeru, lewat sebelah Stadion Gajayana. Dilanjutkan, menuju Jl Besar Ijen Boulevard. Kemudian, putar balik menuju Jl Guntur terus Jl Malabar dan lewat sebelah pasar tradisioal, Oro Oro Dowo. Kemudian ke Jl Brigjend Slamet Riadi dan menuju ke Jl Basuki Rahmat lagi, pertigaan depan kantor PLN. "Sepanjang perjalanan, pengunjung menikmati alam perjalanan tengah kota. Baik untuk jadwal jam sore hari, maupun jam malam hari. Ada beberapa pemberhentian, yang cukup ikonik. Diantaranya, sekitar museum Brawijaya, depan kantor PLN, depan stasiun Kota Baru, depan Balai Kota Malang dan lainya," lanjut Tata. Setelah sampai Jl Basuki Rahmat, imbuh Tata, belok kiri ke, Jl Kahuripan, Jl Kertanegara, bundaran Alun Alun Balai Kota, ke Jl Trunojoyo depan stasiun Kota Baru, kemudian Jl Mojopahit, langsung ke Alun Alun Kota Malang, kemudian ke depan Sarinah dan berakhir finish depan Toko Oen. "Para pengunjung, maksimal 4 orang untk satu mobil. Sengaja atap mobil terbuka, untuk bisa menikmati Kota Malang sepanjang perjalanan. Diiringi tim forografer maupun video profesional. Siap mendokumentasikan saat perjalanan maupun saat pemberhentian," pungkasnya. Lebih lanjut Tata menjelaskan, Safari Kayutangan, dimulai pukul 16.30 hingga 20.30 WIB. Untuk pemandangan sore hari, dan pemandangan lampu malam hari. Setiap kelompok pengujung 4 orang dengan biaya Rp. 450 ribu. Sudah termasuk foto foro dari tim, yang dikirim melalui google drive. Dalam se hari, disiapkan 2 unit mobil klasik dengan 2 sampai 3 trayek per harinya. Sementara itu, salah satu pengunjung, Edy Master mengaku, keliling Kota Malang memang mengesankan. "Ini kereen, menyenangkan. Semakin betah dan krasan tinggal di Malang," katanya. (edr/ono)
Safari Kayutangan, Konsep Wisata Baru di Kota Malang
Selasa 11-07-2023,17:35 WIB
Reporter : Eko Yudiono
Editor : Eko Yudiono
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 16-03-2026,11:26 WIB
Cek Harga Sembako Terbaru Jelang Lebaran 2026, Mulai dari Beras hingga Daging
Senin 16-03-2026,11:36 WIB
Warkop STK Surabaya, Ruang Tamu Publik Tempat Semua Orang Bertemu dan Berbagi Cerita
Senin 16-03-2026,11:40 WIB
Edarkan Rokok Tanpa Cukai, Warga Wiyung Surabaya Rugikan Negara Ratusan Juta
Senin 16-03-2026,18:26 WIB
Usai Terkena PHK, Mantan Pekerja Pabrik Tekstil Ini Temukan Harapan Baru di Dapur MBG
Senin 16-03-2026,12:23 WIB
Sambut Libur Lebaran, SPPG 3 Polres Madiun Bagikan 1.900 Paket Menu Spesial MBG
Terkini
Selasa 17-03-2026,10:15 WIB
Skandal Solar Subsidi Jember: Garis Polisi Raib, Legislator Meradang, Kapolres Ungkap Fakta Mengejutkan
Selasa 17-03-2026,10:04 WIB
Advokat Surabaya Menggeliat, Usman Effendi Didukung Pimpin Ikadin, Hariyanto Didorong ke Puncak Peradi
Selasa 17-03-2026,09:37 WIB
Khofifah Buka Open House Lebaran di Grahadi dan Rumah Pribadi, Warga Dipersilakan Datang
Selasa 17-03-2026,09:24 WIB
Ratusan Lansia Ngebrok dan Disabilitas Kota Madiun Terima Bansos, Pemkot Kucurkan Jutaan Rupiah per Triwulan
Selasa 17-03-2026,09:23 WIB