Surabaya, memorandum.co.id - Menjelang Idul adha 1444 H./2023 M, permintaan sapi kurban atau sapi siap potong di Jawa Timur terus mengalami peningkatan permintaan. Terutama sapi dari pulau Madura. Banyaknya permintaan sapi kurban berdampak terhadap harga sapi mengalami kenaikan yang signifikan antara Rp 2 sampai Rp 3 juta per ekor. Muthowif, Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur menuturkan, kenaikan harga sapi kurban terjadi sejak satu Minggu belakangan ini. Karena permintaan sapi kurban terus meningkat. “Apalagi permintaan dari luar Jawa Timur, seperti dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Kalimantan,” terang Munthowif. Adanya kenaikan harga sapi kurban tersebut, lanjut Munthowof belum tentu dapat dirasakan para peternak. “Karena terjadinya kenaikan harga hanya di pasar sapi tradisional, baik yang ada di Bangkalan, Madura, mampu di Probolinggo. Para peternak menjual sapi ke para belantik yang membawa ke pasar sapi/hewan tradisional,” urai dia. Sementara itu stok sapi kurban di Jawa Timur cukup, sesuai dengan yang diprediksi pihak terkait (dinas peternakan, dan/atau Kementan) untuk memenuhi kebutuhan nasional. Maka tidak seharusnya kenaikan harga sapi kurban terjadi. “Kalau terjadi kenaikan harga sapi kurban seperti sekarang, kami menilai ada indikasi perencanaan program yang salah, sehingga perlu ada evaluasi dari progam yang dirancang oleh pihak berwenang. Apalagi mengalami kenaikan yang signifikan seperti sekarang ini,” urai Munthowif. Munthowif mendesak pihak Dinas Peternakan di Jawa Timur sudah bebas penyakit mulut dan kuki (PMK) dan disinyalir ada penyakit LSD. “Jadi sapi-sapi yang dibawa keluar Jawa Timur harus benar-benar sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari asal sapi. Sehingga pasokan sapi ke pasar hewan berkurang,” urai dia. Selian itu, PPSDS Jatim mendesak Disnak mengevaluasi kinerjanya, untuk memberikan pelayanan prima. Munthowif menegaskansapi kurban yang di Jawa Timur sudah di vaksin PMK baik hanya sekali maupun 2x vaksin. “Demikian ketika sapi siap potong di jual sebagai sapi kurban, masyarakat harus dipastikan terlebih dahulu dengan SKKH dari asal sapi. Kalau tidak ada surat SKKH dari daerah sapi qurban, maka perlu dipertanyakan kesehatan sapinya,” tutup dia.(day/ziz)
PPSDS Jatim Minta Cek Kesehatan Ternak Kurban
Kamis 08-06-2023,12:31 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 06-08-2026,07:59 WIB
Dari Penjual Tahu Kocek hingga Anak Petani, Cerita Haru Mahasiswa KIP-K Dominasi IPK Tertinggi di UIJ
Kamis 06-08-2026,14:14 WIB
Rebutan Lapak Taman Bungkul Memanas, Dewan Minta Pendaftaran Pedagang Baru Dihentikan
Kamis 06-08-2026,10:11 WIB
Prioritas Penyandang Disabilitas, Aksi Anggota Polsek Ngawi Kota Panen Pujian
Kamis 06-08-2026,13:00 WIB
Kapolres Kediri Kota Kunjungi Ponpes Bandar Kidul, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
Kamis 06-08-2026,09:34 WIB
BNI Catat Fundamental Bisnis Kokoh di Bawah Danantara, Ditopang Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset
Terkini
Jumat 07-08-2026,07:10 WIB
Sambut HUT ke-81 RI, The Alana Hotel Malang Hadirkan Promo ''Semarak Kemerdekaan'' dan Kuliner Nusantara
Jumat 07-08-2026,06:17 WIB
Merasa Disudutkan, Ketua KONI Kota Blitar Samanhudi Anwar Laporkan Akun Medsos ke Polisi
Jumat 07-08-2026,06:01 WIB
7 HP Rp1 Jutaan Terbaik 2026, Spek Gahar hingga Baterai 7.000 mAh
Jumat 07-08-2026,00:00 WIB
Kalahkan Persib Lewat Adu Penalti, Persebaya Raih Trofi Piala Presiden 2026
Kamis 06-08-2026,22:02 WIB