Seorang teman yang dulu sama-sama mencari nafkah di media kini jadi pengacara. Yang dibantu rata-rata pejabat yang terlibat kasus keuangan. Mulai penggelapan hingga korupsi. Namanya sebut saja Damar. Orangnya gendut. Gaya bicaranya dar-der-dor, blak-blakan. Mungkin karena pinter bicara dan ceplas-ceplos itulah Damar langsung mengambil profesi pegacara begitu pensiun dari wartawan. Usia 50 tahun memang terlalu muda untuk dipensiun. Tapi itulah peraturan di tempatnya bekerja. Damar bahkan lebih eksis bekerja jadi pengacara. Kliennya membludak. Sayang, sukses di profesi ini tidak diikuti kesuksesan kehidupan pribadi. Damar mengahadapi masalah justru di bidang yang ditakuti banyak lelaki: sulit ereksi. Senjatanya cenderung loyo kaya bendoyo. “Anuku suka ngadat,” keluhnya suatu saat. “Apanya yang ngadat, Dam?” tanya Memorandum ketika beberapa waktu lalu diundang Damar santap siang di sebuah rumah makan sederhana pinggir sungai di kawasan Ketintang. Damar tidak segera menjawab. Dia memainkan rokok di tangannya. Diputar-putar entah berapa kali, baru dilesapkan ke sela bibirnya. Tampak dia menikmati asap yang sengaja dimasukkan ke dada itu sebelum mengempaskannya keluar. Lucu sekali, mirip si Simin topeng monyet ketika ditanggap tetangga rumah sebelah. “Anuku. Burungku,” katanya. “Burung?” tanya Memorandum pura-pura bego. “Barangku. Penisku,” tegasnya. “Ooo… Lantas?” “Aku sudah berusaha berobat ke dokter tapi tidak mampu memberikan solusi. Demikian pula para pakar pengobatan herbal. Tidak ada yang bisa menjadikan anuku mudah bangkit.” “Coba cari istri muda, mungkin saja bisa membangkitkan gairah baru,” canda Memorandum. Damar menyambut dengan senyum, Dia memang orangnya agamis. Seumur-umur belum pernah terdengar Damar main perempuan di luar rumah atau sekadar iseng menggoda gadis-gadis di jalan. Damar diam cukup lama sebelum melanjutkan bahwa dia juga pernah mencoba usaha alternatif di Mak Erot. Cukup lama. Lebih dari tiga bulan. Tapi upayanya sia-sia. “Aku sudah mengeluarkan cukup banyak biaya untuk itu,” katanya. Matanya menerawang kosong. Langkah terakhir yang diambil damar kembali ke keyakinan medis. “Akhir-akhir ini aku dirawat di sebuah klinik. Setiap hendak menafkahi istri, aku harus ke On Clinic. Disuntik dulu. Kalau nggak gitu, sampai kiamat nggak bakalan bisa. Obat biasa sudah nggak mempan,” kata Damar, (jos, bersambung)
Liku-Liku Masa Tua Pengacara yang Mantan Wartawan (1)
Kamis 11-05-2023,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-02-2026,19:02 WIB
Jaringan TPPU Narkoba Rp 37,5 Miliar Dikendalikan Klebun Bangkalan
Minggu 22-02-2026,21:56 WIB
Polres Malang Gelandang Pelaku Pembunuhan Remaja Nganjuk, Ditangkap di Rumah Kos Kota Malang
Minggu 22-02-2026,17:35 WIB
Pemprov Jatim Salurkan Rp 7,05 Miliar Bansos untuk Warga Kabupaten Malang
Minggu 22-02-2026,17:11 WIB
Belanja Internet Dinas Kominfo Magetan 2024-2026 Tembus Rp 1 Miliar Lebih per Tahun
Minggu 22-02-2026,21:38 WIB
Direktur Pelayaran di Surabaya Palsukan Dokumen Pejabat hingga Raup Rp 4 Miliar, Begini Modusnya
Terkini
Senin 23-02-2026,15:46 WIB
Bupati Magetan Panggil ASN Dinas TPHP Terkait Aksi Larian di Twinroad
Senin 23-02-2026,15:41 WIB
Kemenbud Tetapkan 5 Warisan Budaya Gresik Sebagai WBTB, Mulai Pasar Bandeng hingga Pencak Macan
Senin 23-02-2026,15:37 WIB
Pastikan Bersih dari Narkoba, Polres Gresik Gelar Tes Urine Mendadak bagi Personel
Senin 23-02-2026,15:35 WIB
Pantau Awal Sekolah di Bulan Ramadan, Kadindik Jatim: Kebersihan Kelas Jadi Kunci Kenyamanan Belajar
Senin 23-02-2026,15:32 WIB