Jombang, memorandum.co.id - Kabupaten Jombang kembali menggelar pesta durian. Tradisi pesta tersebut yakni Kenduri Durian atau KenDuren Wonosalam 2023, yang dilaksanakan di Lapangan Kecamatan Wonosalam, Minggu (5/3/2023). Dalam tradisi kenduri durian ini, masyarakat dari sembilan desa di Kecamatan Wonosalam melakukan kirab sembilan tumpeng yang berisi durian serta beberapa hasil bumi untuk di bawa ke lapangan. Gunungan durian yang berada di lapangan, sebanyak 2.023. Tradisi tahunan ini merupakan ungkapan syukur atas melimpahnya hasil panen durian dan hasil bumi lainnya. Kenduri durian dipadati oleh pengunjung. Selain masyarakat sekitar Wonosalam, pengunjung juga datang dari daerah luar Jombang. Mereka datang hanya ingin menyaksikan kemeriahan tradisi tereebut sembari berwisata di Wonosalam. Bupati Jombang, Mundjidah Wahab mengatakan, bahwa hari ini dengan perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Asisten 1 Pemprov Jawa Timur bersama-sama dengan warga masyarakat Jombang dan sekitarnya merayakan Hari Kenduri Durian (KenDuren) Wonosalam tahun 2023. "Alhamdulillah pelaksanaan kita berikan apresiasi karena bisa tertib," katanya. Mundjidah menjelaskan, setelah acara seremonial selesai, baru tumpeng atau gunungan durian dibagikan. Tahun 2023 ini sangat luar biasa. Ia pun sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada panitia penyelenggara yang bisa melaksanakan dengan tertib. "Jadi untuk berikutnya, tahun-tahun depan akan lebih bagus lagi," jelasnya. Mundjidah menegaskan, tradisi ini menjadikan sebagai ikon Jombang dan bisa menjadikan ikon Jawa Timur. Dan untuk pengembangannya, melalui Dinas Pertanian Jombang memberikan bibit durian secara gratis, terutama durian khas Wonosalam, yakni Bido. "Dan ini ada bibit-bibit yang telah dibagikan kepada masyarakat," tegasnya. Mundjidah mengungkapkan, dalam perkembangannya, tidak hanya durian bido saja yang ada di Wonosalam. Disamping itu yang dikembangkan tidak hanya gunungan durian saja. "Sebelumnya ada gunungan manggis, salak, dan kopi yang sangat luar biasa," tukasnya. Terpisah, salah satu warga Blitar yang datang ke acara Kenduren Durian Wonosalam, Aris Setiawan mengungkapkan kekaguman dengan adanya tradisi masyarakat Wonosalam yang lestari hingga era modern seperti saat ini. "Ini tradisi yang sangat keren. Saya acungkan jempol untuk warga Wonosalam," ungkapnya. Menurut Aris, budaya seperti ini harus terus dilestarikan. Ia beralasan, bahwa negeri ini kaya dengan keanekaragaman budaya. Dan hal ini diturunkan kepada anak cucu agar kelak bisa menikmati. "Bagus dan harus dilestarikan. Nantinya anak cucu kita bisa merasakan budaya dan tradisi Indonesia," pungkasnya. (yus)
KenDuren Wonosalam, Bupati Mundjidah: Ini Ikon Jombang
Minggu 05-03-2023,17:21 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,08:09 WIB
Rumput Tetangga Lebih Hijau (4): Pelarian yang Salah Alamat
Kamis 05-11-2026,07:06 WIB
Roadshow di Malang, Film Piye To Kih Bawa Pesan Berani Kejar Mimpi
Kamis 05-11-2026,11:32 WIB
Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim dan Polres Blitar Inspeksi Angkutan Umum
Kamis 05-11-2026,10:17 WIB
Progres Pelebaran Jalan Wiyung–Menganti Capai 21 Persen, Target Rampung Mei 2027
Kamis 05-11-2026,10:43 WIB
Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba Selama Agustus-Oktober 2026, 180 Tersangka Berhasil Diamankan
Terkini
Jumat 06-11-2026,06:15 WIB
Irjenpol Slamet Uliandi Jadi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal, Ini Perannya
Jumat 06-11-2026,06:09 WIB
Rumput Tetangga Lebih Hijau (5): Ketika Masa Lalu Menjadi Cermin Retak
Jumat 06-11-2026,05:26 WIB
Imipas Melayani: Lapas Lamongan Dobrak Sekat Sosial Lewat Bansos
Jumat 06-11-2026,04:19 WIB
Tak Hanya Akademisi se-Indonesia, KPPTI 2026 di UNAIR Diramaikan Peserta Mancanegara
Jumat 06-11-2026,03:15 WIB