Kecelakaan. Dua kakinya patah tulang. Itulah fakta yang harus dihadapi Oyik. Dia dirawat di sebuah rumah sakit di Papua tanpa satu pun dari ketiga istrinya yang dikabari. “Waktu itu aku dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri. Jadi, aku tidak tahu apa yang terjadi selama aku tidak sadarkan diri.” “Risa dan istri-istrimu yang lain tahu?” “Sempat kudengar suara Risa. Omong-omong dengan dokter. Tapi aku pura-pura tidur. Kemudian dia keluar lagi, pamit ke dokter ke rumah kerabat di sana.” Tidak lama kemudian terdengar suara gaduh di luar kamar. Oyik masih pura-pura tidur. Tidak hanya Risa, dia juga mendengar suara dua istrinya yang lain. Mereka terlibat pertengkaran yang sangat sengit. Selain jeritan yang sanga keras, Oyik juga mendengar gedebak-gedebuk saling pukul. Tidak jelas siapa yang memukul dan siapa yang dipukul. Sampai akhirnya semua seperti berhenti mendadak. Oyik pingsan setekah sebuah benda yang amat berat menimpa dadanya. Napasnya tiba-tiba sesak. “Semua istriku sudah tidak ada ketika aku siuman. Kata para perawat, mereka sudah pulang. Ke Jawa dan Kalimantan,” cerita Oyik sambil tersenyum kecut. Wajahnya kosong. Lebih dari dua bulan Oyik harus menjalani perawatan dan terapi di Papua. Selama itu tidak ada satu pun dari ketiga istrinya yang membesuk. Jangankan datang, HP mereka tidak bisa dihubungi sama sekali. Begitu bisa pulang, yang pertama Oyik temui adalah Risa. Sempat terjadi ribut di antara mereka, tapi beberapa hari kemudian sudah bisa clear. Risa bisa memaafkan Oyik asalkan suaminya itu janji tidak “nakal” lagi. “Aku iyakan saja,” kata Oyik, yang ternyata masih berusaha mempertahankan dua istri yang yang lain. Lain lagi yang dihadapi Oyik ketika bertemu istri kedua. Perempuan itu lebih berprinsip. Kalau Oyik tak sanggup meninggalkan kedua istrinya yang lain mending dia yang harus meninggalkan Oyik. “Dia yang minta cerai,” kata Oyik. “Istri ketiga?” “Dia paling mudah dikendalikan.” Menurut Oyik, istrinya yang ketiga tidak minta cerai asal dicukupi kebutuhannya setiap bulan dan disambangi setiap dua pekan sekali. “Dia juga tidak terlalu banyak menuntut yang aneh-aneh.” Dijelaskan bahwa istrinya yang ini saat ini sedang mengandung. “Jujur aku amat menyayangi dia. Orangnya manja dan selalu pingin dipeluk setiap kami bertemu. Sukanya tidur di pelukan,” kata Oyik. (jos, habis)
Nasib Play Boy Pralansia Menghadapi Hari-Hari Tuanya (4-habis)
Rabu 05-10-2022,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-04-2026,15:37 WIB
Pengacara Terdakwa Pelindo Ajukan Eksepsi, Singgung Pasal UU Tipikor Lama dan KUHP Baru
Rabu 01-04-2026,22:45 WIB
Lahan Limbah Kayu di Kebomas Gresik Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Tanpa Pengawasan
Rabu 01-04-2026,20:21 WIB
Komisi D DPRD Jatim Nilai Kebijakan WFH Momentum Bangun Budaya Hemat Energi
Rabu 01-04-2026,22:14 WIB
WO Abal-Abal Disidak, Armuji Ungkap Modus Murah hingga Korban Berjatuhan
Rabu 01-04-2026,20:13 WIB
Duka di Jember, Ibu Terpaksa Pasung Anak Kandung Usai Nyaris Merenggut Nyawanya
Terkini
Kamis 02-04-2026,15:29 WIB
Gasak Emas Rp2,4 M dari Brankas Toko, Dua Karyawati Divonis 3 Tahun Lebih
Kamis 02-04-2026,15:26 WIB
Pelarian Berakhir di Yogyakarta, Pencuri Barang Perusahaan Donat Surabaya Diringkus Polisi
Kamis 02-04-2026,15:23 WIB
Tape Ketan Ijo Godong Kloso Buatan Susi Liniswati Laris Manis, UMKM Binaan BRI di Kalitidu Bojonegoro
Kamis 02-04-2026,15:21 WIB
Gelontorkan Rp12,7 Miliar, Pemugaran Sayap Barat Grahadi Ditargetkan Rampung Oktober 2026
Kamis 02-04-2026,15:18 WIB