new idulfitri

Komisi D DPRD Jatim Nilai Kebijakan WFH Momentum Bangun Budaya Hemat Energi

Komisi D DPRD Jatim Nilai Kebijakan WFH Momentum Bangun Budaya Hemat Energi

Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim menilai WFH sebagai langkah hemat energi.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim menilai kebijakan Work From Home (WFH) sebagai langkah strategis pemerintah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus membangun budaya hemat energi, Rabu 1 April 2026.

Abdul Halim mengatakan, kebijakan tersebut merupakan program nasional yang harus diikuti pemerintah daerah.

BACA JUGA:Fraksi PKB DPRD Jatim Sampaikan Duka Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Menurutnya, penerapan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) dapat mengurangi mobilitas harian sehingga berdampak pada penurunan konsumsi BBM.

“Kami berharap kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya hemat energi di tengah masyarakat,” ujar Abdul Halim, Rabu 1 April 2026.

BACA JUGA:Lawan Hoaks Krisis Energi, Wakil Ketua DPRD Jatim Minta Warga Bijak Memilah Informasi Medsos

Abdul Halim meyakini, terdapat perhitungan besar terkait efisiensi yang dapat dicapai dari kebijakan tersebut.

Selain itu, Abdul Halim mengingatkan bahwa peralihan ke energi alternatif seperti listrik atau tenaga surya tidak dapat dilakukan secara instan.


Mini Kidi Wipes.--

“Dibutuhkan perhitungan matang, terutama terkait biaya pengadaan kendaraan baru yang berpotensi justru menambah beban,” jelasnya.

Abdul Halim menambahkan, rencana peralihan ke kendaraan listrik juga harus dikalkulasi secara cermat agar tidak menimbulkan beban tambahan.

BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Raih Angling Dharma PWI Award 2026 Kategori Perempuan Tangguh

Menurutnya, masih terbatasnya integrasi transportasi umum di Jawa Timur menjadi tantangan dalam mendukung kebijakan tersebut.

Abdul Halim menyoroti layanan Trans Jatim yang belum sepenuhnya terhubung dengan feeder di tingkat kabupaten dan kota.

“Koridor Trans Jatim memang sudah ada, tapi belum semua terhubung dengan feeder. Waktu dan koneksinya juga belum sepenuhnya sinkron,” tambahnya.


Gempur Rokok Ilegal -----

Lebih lanjut, ia menilai kondisi geopolitik global dapat menjadi momentum untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam penggunaan energi.

“Penghematan energi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama untuk energi yang tidak terbarukan,” tegasnya.

Abdul Halim juga membuka peluang penerapan kebijakan alternatif, seperti penggunaan sepeda bagi ASN sebagai langkah sederhana dalam mengurangi konsumsi energi. (day)

 
 

Sumber: