Nikah muda diharap Mawar (samaran) bisa membahagiakan diri dan mengurangi beban orang tua. Karena itulah dia memutuskan mengakhiri masa lajang ketika usia masih 18 tahun. Ternyata me-manage kehidupan rumah tangga bukanlah perkara mudah. Ada dua kepala yang harus disatupadukan dalam menghadapi permasalahan yang senantiasa muncul dan berkembang. Butuh komunikasi yang baik dan kesabaran mengatasi persoalan. Itulah yang dia rasakan. Pernikahan yang dibayangkan sangat indah ternyata penuh problematika. Walau begitu, Mawar merasakan selalu saja ada jalan keluar setiap dihadapkan kesulitan. Hanya, kadang warga Tegalsari ini merasakan masalah yang dihadapi seperti tidak ada solusi. Hanya seperti. Saat bertemu Memorandum di kantor pengacara dekat gedung Pengadilan Agama Surabaya, beberapa hari lalu. dia mengatakan rumah tangganya nyaris kandas. Dan, dia mengaku sengaja minta tolong pengacara untuk konsultasi masalah rumah tangganya. Perempuan yang mengaku hanya jebolan SMA ini menjelaskan bahwa dia berasal dari keluarga pas-pasan. Ia sempat bekerja di Semarang. Di sanalah dia berkenalan dengan seorang pemuda, sebut saja Toni, yang kini menjadi suami. “Orangnya lugu. Humoris. Agak gemuk. Kayak Doraemon. Menyenangkan,” tutur Mawar. Sebulan setelah perkenalan, Toni mengajak Mawar pulang ke rumahnya di Sumatera. Mau diperkenalkan orang tua. Tapi, Mawar menolak. Dia baru mau dibawa ke Sumatera kalau mereka sudah menikah. Toni kemudian jusru meminta ibunya datang ke Jawa. Ke Gunungkidul, tempat tinggal orang tua Mawar. Melamar. Tidak membutuhkan proses lama, pernikahan mereka berjalan setelah mereka menjalin hubungan selama setahun. Waktu itu usia Mawar baru 18 tahun, sedangkan Toni berusia 21 tahun. "Habis nikah, saya dibawa ke Sumatera. Di sana 18 bulan. Karena hamil besar, saya minta pulang sementara ke Gunungkidul karena nggak mau melahirkan di sana. Saya pengen prosesnya didampingi Ibu. Mas Toni ngotot ikut pulang ke Gunungkidul. Ya sudah," ungkap Mawar. Pekerjaannya di perkebunan ditinggalkan begitu saja. Sama seperti proses saat pindahan ke Sumatera lalu, Toni juga meninggalkan pekerjaannya di pelabuhan tanpa pamit. Padahal, posisinya sangat lumayan. Di Gunungkidul, Toni menganggur. Tidak mudah mencari pekerjaan sebagaimana di Sumatera. Kerjanya hanya luntang-lantung. Mawar sampai malu kepada kedua orang tuanya. Tak eloknya, Toni cuek saja. Mawar sempat mengajak Toni pindah ke Semarang. Kontrak di sana dan kembali ke tempat kerja yang dulu. Toni tidak mau. Alasannya, di tempat kerjanya dulu banyak orang jahat. Dia tak mau menjadi seperti mereka. Sementara, biar Mawar yang memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Mawar sudah menelepon bos tempat kerjanya dulu dan dipersilakan kembali sewaktu-waktu. (jos, bersambung)
Suami Pergi Entah ke Mana, Wanita Cantik Dilamar Pria (1)
Kamis 08-09-2022,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 03-02-2026,06:00 WIB
Teror Ghostface Berlanjut, 'Scream 7' Siap Cetak Sejarah di Layar Lebar
Selasa 03-02-2026,08:16 WIB
Khofifah Tegaskan Jatim Siap Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo
Selasa 03-02-2026,18:07 WIB
Hujan Angin Terjang Surabaya, Reklame Raksasa di Tidar Ambruk dan Puluhan Pohon Tumbang
Selasa 03-02-2026,08:36 WIB
Warga Tambak Asri Ketar-ketir, Tolak Pelebaran Sungai Kalianak 18,6 Meter, Pemkot: Progres Terus Berjalan
Selasa 03-02-2026,07:23 WIB
KUHP Baru, Pemerasan dan Pengancaman Jadi Satu Pasal
Terkini
Rabu 04-02-2026,01:00 WIB
Tak Banyak Orang Tahu Khasiat Susu Kambing untuk Kesehatan Tubuh
Selasa 03-02-2026,22:48 WIB
Rumah Radio Bung Tomo Rata dengan Tanah, Presiden Prabowo Buka Luka Lama Sejarah Surabaya
Selasa 03-02-2026,21:51 WIB
Bapenda Nganjuk Periksa Konsorsium Tambang Galian C Terkait Kepatuhan Pajak
Selasa 03-02-2026,21:36 WIB
Ivan Kuncoro, Anak Bos Rasa Sayang Grup Ditangkap BNNP Jatim Terkait Narkoba
Selasa 03-02-2026,21:24 WIB