Surabaya, memorandum.co.id - Mujiana, salah satu korban selamat asal Benowo Krajan Gang III/15-a, mengalami luka parah di bagian tulang belakang. Keluarga masih bermusyawarah untuk menentukan apakah dirawat di RSU dr Soetomo atau Rumah Sakit (RS) Bhakti Dharma Husada. "Ibu saya butuh perawatan intensif dan dioperasi. Saat ini masih diurus oleh petugas kelurahan," kata Risky, anak Mujiana, Senin (16/5/2022). Risky menambahkan, sampai saat ini Nura'i tidak sadarkan diri. Sedangkan adik dan keponakannya masih dirawat di RS Khadijah (operasi) dan RS Petrokimia Gresik. Pria kurus ini mengaku, ada firasat malamnya jika satu bus tulisannya rombongan D. Padahal, rombongan cuma sedikit. Lalu dia tanya ke kakak ipar kenapa kok D, kenapa tidak tulisan huruf A atau nomor 1 biar mudah diingat. Ternyata, dijawab oleh kakak ipar (Andik), jika nanti bus datang dari Dieng, bus langsung berangkat ziarah Wali Limo. "Saya kira yang ikut banyak. Kalau iya ke wali limo. Saya menyimpulkan jika krunya terlalu memaksakan dan tidak ada waktu jeda istirahat," firasat Risky. Risky langsung memantau perjalanan keluarganya. Bahkan, sempat menghubungi Mujiana malamnya, katanya masih berada di Malioboro, Jogjakarta pukul 23.00. Perkiraan kalau jam segitu pulang dari Malioboro, sampai di Surabaya jam 03.00, tapi ditunggu belum datang. Hingga akhirnya paginya diberitahu tetangganya jika ada kecelakaan rombongan bus di tol Sumo.Akhirnya mengecek ke 7 rumah sakit dan keluarganya ikut jadi korban. "Sebelumnya saya sudah mencegah ibu dan keluarga berangkat. Tapi ibu saya pengen ikut berangkat," tandas Risky. Sri Rahayu, adik Mujiana mengatakan, jika saat ini kakaknya belum mengetahui jika anaknya (Nita) sudah meninggal dalam kecelakaan ini. "Dia tanya terus kondisi anaknya, keluarga belum memberitahunya karena takut drop," jelas Sri. Mujiana merupakan mertua dari Andik dan suami dari Nita. Pasutri itu meninggal dalam kecelakaan bus di tol Sumo. Saat ikut ke Dieng dan Jogjakarta diajak Andik dan Nita. Karena kebetulan Andik, ketuanya yang bekerja di travel. Akhirnya Mujiana tertarik ikut. Selain Mujiana yang ikut, juga diajak Nura'i (suami), Yoga (anak), dan Didin (cucu). "Jadi 6 orang ikut ke Dieng," ungkap Sri. Saat terakhir Sri bertemu dengan Mujiana di pernikahan saudara di Surabaya. Saat bertemu itu, kakaknya mengutarakan akan ikut tour ke Dieng. "Sempat saya cegah karena sudah berumur, tapi ngotot ikut," beber Sri. Akibat kecelakaan itu, keluarga Mujiana ada dua meninggal dunia yakni Andik dan Nita. Sedangkan Nura'i kritis, Yoga mengalami patah kaki dan luka di kepala, begitu juga cucunya lehernya harus disangga alat. "Dua yang meninggal Andik dan Nita," jelas Sri. (rio)
Kecelakaan Tol Sumo, Anak dan Saudara sempat Mencegah Berangkat
Senin 16-05-2022,21:15 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-04-2026,06:44 WIB
Live TikTok Jadi Etalase 'Pijat Plus-Plus', Pakar: Bukan Sekadar Moral, Ini Krisis Nasional
Jumat 24-04-2026,07:26 WIB
Kasus Pembacokan di Pragoto Surabaya, Pelaku 4 Orang 1 Eksekutor
Jumat 24-04-2026,06:54 WIB
Italia Tegas Tolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Usulan Pejabat AS Diprotes Keras
Jumat 24-04-2026,06:00 WIB
Wali Kota Wahyu Hidayat Lepas Keberangkatan 7 Kloter Jamaah Haji Kota Malang
Jumat 24-04-2026,07:03 WIB
Cedera Hamstring, Lamine Yamal Absen Hingga Akhir Musim Barcelona tapi Siap Tampil di Piala Dunia
Terkini
Jumat 24-04-2026,22:55 WIB
Pembunuhan Sencaki Surabaya, Polisi Sita Pisau
Jumat 24-04-2026,21:22 WIB
Imigrasi Kediri Tetapkan Desa Binaan di Pare untuk Cegah TPPO hingga Akar
Jumat 24-04-2026,21:13 WIB
Truk Tertimpa Pohon Tumbang di Pantura Situbondo, Arus Lalin Sempat Macet
Jumat 24-04-2026,21:08 WIB
DPRD Surabaya Gelar Paripurna, Saifuddin Zuhri Diusulkan Pimpin Dewan
Jumat 24-04-2026,21:03 WIB