Surabaya, memorandum.co.id - Yuliardi Kurniawan divonis tujuh bulan penjara atas perbuatannya menipu Handoyo Wibisono dalam kesepakatan renovasi rumah. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Christina selama 10 bulan. "Mengadili, menyatakan terdakwa Yuliardi Kurniawan tebukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP," ujar Ketua Majelis Hakim I Gusti Ngurah Putra Atmaja. Usai putusan dibacakan Ketua Mejelis Hakim I Gusti Ngurah Putra Atmaja, Yuliardi tak kunjung menjawab. Meski begitu, Yuliardi akhirnya memutuskan pikir-pikir atas vonis dirinya. Sementara jaksa Siska menyatakan menerima putusan. Handoyo Wibisono berniat merenovasi rumahnya di rumahnya Jalan Jemur Handayani, Surabaya. Handoyo hendak memasang besi wide flange (WF). Handoyo bekerja sama dengan Yukardi sebagai tukang. Namun uang muka justru dipakai Yuliardi untuk keperluan pribadinya. "Padahal saya sudah menyerahkan uang Rp 16,5 juta dari Rp 33 juta kesepakatan. Tapi ternyata tidak dibelikan apa-apa. Perkakas dan besi juga tidak ada sampai sekarang," ujar Handoyo memberikan kesaksiannya di Pengadilan Negeri Surabaya pekan kemarin. Sebelumnya, Handoyo bertemu Yuliardi untuk melakukan kerja sama pemasangan besi WF. Biaya keseluruhan pengerjaan renovasi tersebut disepakati Rp 33 juta. Handoyo kemudian menyerahkan uang muka 50 persen atau Rp 16,5 juta sesuai kesepakatan. Jangka waktu pengerjaan renovasi itu selama 14 hari. Dimulai sejak 9 hingga 23 Agustus 2021 lalu. Handoyo dan Yuliardi membuat surat perjanjian kerja pelaksana (SPKP) untuk renovasi rumah tersebut. Yuliardi kemudian datang ke rumah Handoyo melihat dan mengecek lokasi renovasi. Handoyo lalu mentransfer yang muka kepada Yuliardi. "Namun terdakwa tidak membeli bahan material berupa besi WF dimana terdakwa hanya meletakkan alat untuk mengelas di rumah saksi Handoyo Wibisono," ujar jaksa Siska Christina dalam dakwaannya. Hingga batas waktu yang telah ditentukan, tak ada renovasi yang dilakukan. Yuliardi tak menepati janjinya dan perbuatan itu hanya akal-akalan agar mendapatkan uang Rp 16,5 juta. Akibatnya Handoyo merugi Rp 16,5 juta. Perbuatan Yuliardi dinilai melanggar past 378 KUHP. "Uang itu saudara gunakan untuk apa?," tanya Ketua Majelis Hakim Moch Taufik Tatas. "Saya pakai untuk membayar hutang saya Yang Mulia," jawab Yuliardi. (jak).
Gagal Renovasi Rumah, Divonis Tujuh Bulan
Senin 11-04-2022,18:53 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 20-06-2026,08:09 WIB
Tampil di LKBB SFF 2026, SDN Sawahan 1 Incar Podium Utama
Sabtu 20-06-2026,13:03 WIB
Sidang ke-2 Kasus Maidi Madiun (3): Maidi Bantah Terima Uang CSR, Rochim Tidak Tahu Soal CSR dan Ijin
Sabtu 20-06-2026,07:14 WIB
Ribuan Peserta Lomba LKBB SFF 2026 Berdatangan di Balai Pemuda
Sabtu 20-06-2026,11:20 WIB
Ratusan Penari Guncang Panggung SFF 2026, Sanggar Tari Lintang Nyawiji Padukan Budaya Tiongkok dan Jawa
Terkini
Sabtu 20-06-2026,20:39 WIB
Ini Daftar Juara Lomba Tari SFF 2026, Dua Kategori Utama Disapu Bersih Lumajang
Sabtu 20-06-2026,20:32 WIB
Kades Klatakan Sebut Warga Minta PT Kaixin Atasi Masalah Abrasi di Pecaron
Sabtu 20-06-2026,20:07 WIB
Tak Bisa Tidur Usai Kakak Dicokok, Buron Kredit Fiktif Rp4,5 M Bank Daerah Serahkan Diri
Sabtu 20-06-2026,19:55 WIB
Terdakwa Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi: CSR untuk Atasi Darurat Lingkungan
Sabtu 20-06-2026,19:32 WIB