Hari Otonomi Daerah 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi dan Komitmen Wujudkan Asta Cita
Gubernur Khofifah Indar Parawansa tekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan demi mewujudkan Asta Cita di Hari Otonomi Daerah 2026.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 dimanfaatkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai momentum penting untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang selaras dengan agenda nasional.
Dalam kesempatan ini, Khofifah menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan demi mewujudkan Asta Cita.
BACA JUGA:MPR RI Perkuat Desentralisasi, Ning Lia Dorong Otonomi Daerah Berbasis Kearifan Lokal dan Adaptif

Mini Kidi Wipes.--
Menurut Khofifah, otonomi daerah tidak sekadar soal kewenangan, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah daerah mampu menjadi ujung tombak pembangunan nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah pusat harus diperkuat.
"Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tahun ini tentu jadi momentum kita untuk memperkuat sinergitas, baik dengan Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Pusat, untuk mewujudkan Asta Cita," kata Khofifah, di Surabaya, Sabtu, 25 April 2026.
BACA JUGA:Manfaatkan Forum Reboan, Bupati Bangkalan Curhat soal Polemik LSD dan THL kepada Dirjen Otoda

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Khofifah juga menekankan bahwa komitmen utama pemerintah daerah adalah menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan desentralisasi yang tetap sejalan dengan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia memastikan Pemprov Jatim akan terus mendorong kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Tak hanya itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong inovasi daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, kunci keberhasilan otonomi daerah terletak pada kemampuan daerah beradaptasi dan berinovasi.
Lebih jauh, Khofifah mengingatkan bahwa perjalanan otonomi daerah di Indonesia telah melalui proses panjang dan dinamis. Oleh sebab itu, peringatan ini harus menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif.
"Hari Otonomi Daerah ini menjadi refleksi perjalanan panjang kebijakan desentralisasi di Indonesia. Prosesnya terus berkembang untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial," tukasnya.
BACA JUGA:Dipercaya Gubernur Khofifah, Inilah Sosok Aftabuddin Rijaluzzaman Jabat Plt Kadis ESDM Jatim
Sumber:








