SURABAYA - Pemprov Jatim menyiapkan sejumlah upaya antisipasi untuk meminimalisasi potensi perluasan lahan puso atau gagal panen akibat kekeringan lahan tanaman padi yang saat ini mencapai 41.013, 62 hektare (ha). Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo menjelaskan, saat ini total luas lahan tanaman padi di Jatim mencapai 2.072.325 ha, dan hingga 13 Agustus 2019 lalu tercatat ada 41.014 ha lahan tanaman padi yang dilanda kekeringan atau sekitar 9,9 persennya terdampak. "Akibat kekeringan tersebut ada 10.153 ha lahan tanaman padi yang mengalami puso atau tidak bisa menghasilkan padi yakni setara 1,98 persen dari total luas lahan tanaman padi,” jelas dia, Rabu (16/10). Dia mengatakan, dampak dari musim kemarau tahun ini masih lebih rendah dibandingkan kekeringan pada 2018, yakni dari luas lahan tanaman padi 2.159.182 ha, lahan yang kekeringan mencapai 37.332 ha, dengan lahan yang puso mencapai 9.807 ha atau 1,73 persen dari total luas lahan tanaman. “Lahan tanaman padi yang terkena puso tahun ini memang turun 14,5 persen kalau dibandingkan tahun lalu, tetapi memang total luas lahan tanamannya pun juga turun 3,5 persen,” kata dia. Daerah yang mengalami kekeringan dan puso terluas tahun ini adalah Bojonegoro dengan lahan kering mencapai 17.001 ha dan puso 3.630 ha, disusul Lamongan 7.868 ha dan puso 873 ha, dan Ngawi 2.870 ha dengan puso 884 ha. Hadi menambahkan, sejumlah daerah yang masih sangat rawan mengalami kekeringan yakni Bojonegoro, Lamongan dan Pacitan, sedangkan daerah yang rawan kekeringan yakni Tuban. Sementara daerah yang cukup rawan yakni Lumajang, Tulungagung, Madiun, Ngawi, Mojokerto, dan Gresik. “Daerah lain yang tergolong aman dan cukup aman yakni Jember, Malang, Batu, Kediri, Nganjuk, Pasuruan, Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Magetan, dan Madura,”imbuh dia. Untuk meminimalisasi kerugian akibat kekeringan tersebut, pemerintah telah melakukan mitigasi dan antisipasi, di antaranya menyelamatkan standing crop tanaman yang sudah tertanam melalui mobilisasi pompa air. Saat ini ketersediaan pompa air di Jatim ada sekitar 10.142 unit. “Termasuk memastikan dan memanfaatkan dukungan jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) dan jaringan irigasi desa (Jides) yang ada untuk luas total 489.910 ha, dan memanfaatkan embung atau parit yang tersebar di Jatim dengan total 1.300 embung, dan mengoptimalkan lahan basah seperti rawa,” pungkas dia.(why/dhi)
41.013, 62 Ha Lahan Padi Alami Kekeringan
Kamis 17-10-2019,09:00 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,16:52 WIB
Polemik TK Nurul Jannah Surabaya, Yayasan Pastikan PBG Terbit dan Parkir Disiapkan
Kamis 05-11-2026,20:46 WIB
Fraksi PDI Perjuangan Kritik Transformasi Digital Pemprov Jatim, Majadigi Diminta Lebih Responsif
Jumat 06-11-2026,00:00 WIB
Pengelola Pasar Buah Tanjungsari Surabaya Mengaku Diintimidasi saat Diminta Teken Surat Pernyataan
Kamis 05-11-2026,16:31 WIB
Sidang Kasus Peredaran 3,37 Ton Ganja di Gresik Ditunda, Terdakwa Ajukan Praperadilan
Kamis 05-11-2026,14:16 WIB
Sidak Ulang Tower Losari, Komisi A DPRD Jombang Desak Telkom Segera Temui Warga
Terkini
Jumat 06-11-2026,13:42 WIB
Antisipasi Genangan, Pemkot Surabaya Kebut Lima Rumah Pompa dan Saluran Pintasan
Jumat 06-11-2026,13:34 WIB
Sebulan Berjalan, Live TikTok MasNya ATR/BPN Jangkau 370 Ribu Penonton
Jumat 06-11-2026,13:23 WIB
Perluas Program Green Policing, Polres Kediri Dorong Kepedulian Lingkungan Berkelanjutan
Jumat 06-11-2026,13:21 WIB
Polsek Bubutan Blusukan ke Tiga SMK di Surabaya Beri Penyuluhan Kenakalan Remaja dan Bahaya Narkoba
Jumat 06-11-2026,12:51 WIB