Surabaya, Memorandum.co.id - Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi menghimbau rakyat Jawa Timur tetap di rumah saat perayaan natal dan Tahun Baru 2022. Ia mengingatkan varian baru, omicron sudah masuk ke Indonesia. "Saya berharap masyarakat waspada dan bisa menahan diri tidak berlibur ke luar, mengantisipasi serangan pandemi ulang," terang Kusnadi. Ketua DPRD Jawa Timur ini, juga menegaskan sesuai intruksi pemerintah pusat tidak ada libur natal dan tahun baru. "Meski pemerintah tidak membatasi libur Nataru, tetapi kita harus tetap waspada. Jangan sampai masuknya wabah baru menjadi persoalan di Indonesia," tegas dia. Karena jika masyarakat tidak waspada satu detik saja, dan virus menyebar. Maka dampaknya bisa setahun. "Sebelumnya banyak menelan kerugian dampak pandemi. Mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga tingginya kasus kematian," kata Kusnadi. Kusnadi menyampaikan, kasus pandemi tertinggi terjadi di bulan Juli hingga Agustus 2021. "Jangan sampaikan terulang. Karena itu mari kita rayakan Nataru secara sederhana," tegas Kusnadi. Sebelumnya pemerintah memastikan cuti bersama Natal dan Tahun Baru tetap dihapus kendati pemerintah membatalkan penerapan PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. "Aturan libur dan cuti tetap mengacu pada peraturan MenPANRB," kata Muhadjir. Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dilarang mengambil cuti dan bepergian keluar daerah selama periode Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Larangan ini sejalan dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 26/2021 yang diteken MenPANRB Tjahjo Kumolo. "Ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang berpotensi meningkat dikarenakan perjalanan orang selama Nataru," kata Tjahjo. Berdasarkan surat edaran tersebut, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang mengambil bepergian ke luar daerah terhitung sejak 24 Desember hingga 2 Januari 2022. Dalam rangka menjamin terlaksananya surat edaran ini, para Pejabat Pembina Kepegawaian diminta untuk menetapkan pengaturan teknis dan melakukan langkah yang diperlukan di lingkungan instansi masing-masing. Para Pejabat Pembina Kepegawaian juga diminta untuk memberikan hukuman disiplin kepada ASN yang melanggar hal tersebut, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) 94/2021 dan PP 49/2018. (day)
Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Libur Nataru
Kamis 23-12-2021,11:26 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 05-08-2026,07:11 WIB
Sidang ke-8 Maidi Madiun Cs (3): Noor Aflah Ungkap Pemanfaatan CSR untuk Program Smart City
Selasa 04-08-2026,20:36 WIB
Sidang ke-8 Maidi Madiun Cs (2): JPU Pertanyakan Bukti Percakapan Soal CSR, Aflah Mengaku Dimanfaatkan Amel
Selasa 04-08-2026,20:40 WIB
Pemkot Surabaya Percepat Perluasan TPU Keputih, Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim
Selasa 04-08-2026,21:53 WIB
Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Tiga Jaringan Narkoba, Sita 22,76 Gram Sabu
Selasa 04-08-2026,18:26 WIB
Miguel Pereira Siap Bawa Persebaya Hadapi Arema FC di Semifinal Piala Presiden
Terkini
Rabu 05-08-2026,17:23 WIB
Desak Latihan Militer Dihentikan, Warga Korban Peluru Nyasar Wadul Bupati Pasuruan
Rabu 05-08-2026,17:18 WIB
Cegah Warga Miskin Kehilangan Bansos, DPRD Surabaya Minta Evaluasi DTSEN
Rabu 05-08-2026,17:06 WIB
Danjen Akademi TNI Tinjau Program Taruna Bakti di Sekolah Rakyat Kota Pasuruan
Rabu 05-08-2026,16:58 WIB
Kapolres Tulungagung Perkuat Sinergitas Melalui Silaturahmi Perdana dengan Forkopimda
Rabu 05-08-2026,16:52 WIB