Surabaya, memorandum.co.id - Organisasi Jamaah Intelektual Mahasiswa Muslim Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) mengimplementasikan panel surya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga Desa Ko’ol, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Desa Ko’ol termasuk daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih, terutama untuk menghidupi sektor pertanian. Oleh karena itu, tim dari Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR menginisiasi membuat sumur bor yang dilengkapi dengan pompa submersible dengan kedalaman sekitar 70-80 meter. Hal ini mendorong pembangunan berkelanjutan atau SDGs poin ke-6 (air bersih dan sanitasi layak) sekaligus SDGs poin ke-7 (energi bersih dan terjangkau). Program ini juga mendorong SDGs poin ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi). "Dari sini UMKM di Desa Ko’ol sedikit demi sedikit ekonominya terangkat sehingga nantinya diharapkan tercipta masyarakat yang sejahtera,” ucap Wahyu Addin Pratama selaku ketua tim Sementara untuk meminimalisir emisi karbon, tim mengajak warga memanfaatkan tangkapan panel surya. Hal tersebut senada dengan SDGs poin ke-13 (penanganan perubahan iklim) melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT). “Kondisi alam di Desa Ko’ol memiliki cahaya matahari yang sangat terik. Jadi ya penggunaan panel surya skala rumah tangga bisa optimal untuk menghasilkan listrik selama matahari ada. Selain itu bisa mencegah pemanasan global, bencana hidroklimatologi dan lain sebagainya,” imbuh Addin. Pada proses mematangkan perencanaan, pertama tim mulai memasang panel surya pada bracket (kerangka panel). Kedua menghubungkannya ke controller, aki dan inverter (pengubah arus DC ke AC) hingga arus listrik siap digunakan untuk menghidupkan pompa air. Ketiga, air yang keluar dari tanah otomatis tertampung dalam tandon sehingga bisa dibuat untuk mengairi sawah maupun menyirami tanaman hidroponik. Menurut Addin dan tim, Desa Ko’ol bisa sebagai pionir dan rujukan dalam perwujudan desa mandiri energi. Hal tersebut, sambungnya, menggunakan strategi keberlanjutan program. Dengan cara mensosialisasikan tahapan serta mekanisme kerja kepada warga setempat, khususnya anggota karang taruna. Respon desa sasaran-pun sangat baik. Pihaknya menyediakan lahan yang strategis di depan kawasan tugu untuk bangunan ikonik desa. Sebagai informasi, gagasan dari tim JIMM yang dilandasi upaya memulai sumber energi terbarukan ramah lingkungan. Mengantarkannya lolos funding sebesar Rp 49,5 juta dalam ajang Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) 2021, yang merupakan program lanjutan dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) gelaran Kemendikbud Ristek pada Juni lalu hingga November mendatang. (mg6)
Mahasiswa Unair Wujudkan Pembangunan Sistem Pengairan dari Panel Surya
Rabu 20-10-2021,10:10 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 15-10-2026,09:14 WIB
Modus Pajang Tumpukan Kardus, Subdistributor Amer Bro Layani Pembelian Miras Ecer
Kamis 15-10-2026,11:57 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi Murka Pengawasan Parkir Kendor, Ancam Copot Jukir Bermasalah
Kamis 15-10-2026,23:23 WIB
Dari Pekarangan Sempit Jadi Sumber Pangan, Warga Pagesangan Panen Lele 50 Kg
Kamis 15-10-2026,13:57 WIB
Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Ikut Kawal Demokrasi, Bukan Sekadar Ramai di Medsos
Kamis 15-10-2026,08:48 WIB
Gelapkan Tagihan Rp319 Juta, Sales PT Ateka Jaya Alirkan Uang ke Rekening Ibunya
Terkini
Jumat 16-10-2026,07:14 WIB
DJP Jatim II Ungkap Cara Pengurangan Sanksi Pajak hingga Akhir 2026, Simak Syaratnya
Jumat 16-10-2026,06:49 WIB
Krisis Air Bersih di Ngawi, Kanang Salurkan 10.000 Liter Air untuk Warga Desa Ngancar
Jumat 16-10-2026,06:00 WIB
Cinta yang Kalah oleh Waktu (5): Saat Restu Keluarga Kalah oleh Kenangan
Jumat 16-10-2026,04:00 WIB
Program ''Klunting'' Sukses Tekan Stunting hingga 4%, Pemkab Lamongan Apresiasi Ribuan Kader PKK
Jumat 16-10-2026,02:00 WIB