Lamongan, memorandum.co.id - Hama wereng seringkali menjadi ancaman petani saat memasuki musim tanam padi. Di Lamongan sendiri banyak yang terserang hama wereng, seperti yang terjadi di Desa Trepan, Babat, Lamongan. Serangan hama wereng tersebut membuat Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Lamongan melakukan langkah taktis sebagai upaya mengendalikan serangan hama agar tidak meluas lagi. "Upaya pertama tentu melakukan penyemprotan. Seperti kemarin kami bersama kelompok tani di Desa Trepan, melakukan penyemprotan Insektisida dengan luasan dari gerakan ini mencapai 119 hektare ," terang Plt Kepala Dinas TPHP Lamongan Sujarwo, Senin (23/8/2021). Menurutnya, kegiatan semacam itu akan terus digalakkan lagi. Ini untuk pengendalian serangan hama wereng dan mencegah agar serangan itu tidak menyebar luas ke area tanaman padi yang lain. "Gerakan pengendalian hama dan penyakit ini dilakukan pada saat tanaman padi berumur tujuh hari dan tiga puluh hari setelah tanam. Tujuannya untuk mencegah serangan hama dan penyakit pada tanaman padi," paparnya. Menurutnya, wereng menjadi hama yang berpotensi merusak bagian batang tanaman padi. Hama itu memperoleh makanan dengan cara mengisap cairan pada batang tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan kecokelatan. Ledakan populasi hama wereng bisa disebabkan banyak faktor, di antaranya musuh alami (predator, parasitoid, patogen), iklim, cara bercocok tanam padi, penggunaan pestisida, dan varietas. Ia menambahkan, populasi hama wereng secara alami memang ada di lahan. Selama populasinya rendah, maka tidak perlu khawatir karena pengendalian secara alami berjalan. Namun apabila populasinya di atas ambang batas, maka perlu dikendalikan. "Untuk kebutuhan irigasi, kami juga sudah membuatkan rumah pompa untuk mengairi tanaman padi petani di area persawahan yang berada di Desa Trepan. Yang diharapkan bisa menjadi solusi kebutuhan pengairan petani," tegasnya. Ia juga menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus mendampingi petani, mengawal tanaman hingga panen tiba. Petugas organisme pengganggu tanaman (POPT) dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Lamongan harus mendampingi petani agar bisa panen dengan hasil yang maksimal. "Dengan upaya tindakan pengendalian yang tepat, maka serangan hama penyakit tanaman dapat terkontrol sehingga tidak berpengaruh pada produksi padi petani,” pungkasnya. (nas/har/fer)
Wereng Serang Padi Desa Trepan
Senin 23-08-2021,20:03 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 27-02-2026,09:56 WIB
30 Promo Hijab Pashmina Viscose TikTok Bawah Rp 100.000 untuk Tampil Cantik Lebaran 2026
Jumat 27-02-2026,12:45 WIB
PN Surabaya Vonis Mati Dua Terdakwa Narkoba, Masa Percobaan 10 Tahun
Jumat 27-02-2026,11:30 WIB
Ramalan Zodiak Hari Ini, 27 Februari 2026: Kunci Maju Ada di Masa Lalu!
Kamis 26-02-2026,22:25 WIB
Presiden Salurkan 220 Becak Listrik di Nganjuk, Kapolres Ingatkan Larangan Modifikasi
Jumat 27-02-2026,07:10 WIB
Jasa Marga Berencana Pagar Kolong Tol Tambak Asri, Puluhan Pedagang Terancam Kehilangan Lapak
Terkini
Jumat 27-02-2026,21:38 WIB
The Westin Surabaya Gelar Wedding Fair Terbesar di Jatim: Menghadirkan Kemewahan dan Tren Pernikahan 2026
Jumat 27-02-2026,21:28 WIB
Rumah Lansia di Driyorejo Gresik Dibobol saat Tarawih, Emas Rp 20,7 Juta Raib
Jumat 27-02-2026,21:18 WIB
Sebar Berkah di Rumah Ibadah, Bunda PAUD Kelurahan Kapasan Bagikan Ratusan Takjil
Jumat 27-02-2026,21:12 WIB
Polsek Lakarsantri Amankan Customer Gathering Bank Mandiri Imlek 2026 di The Westin Surabaya
Jumat 27-02-2026,21:07 WIB