Surabaya, memorandum.co.id - Keputusan pahit telah diambil Kementerian Agama Republik Indonesia yang harus membatalkan keberangkatan jemaah calon haji (JCH) ke tanah suci pada 2021. Keputusan ini dianggapnya sebagai jalan terbaik untuk JCH lantaran pandemi Covid-19 masih melanda dunia. Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jatim Sofyan Arif menjelaskan, bahwa Pemerintah Arab Saudi tidak pernah mengeluarkan aturan larangan penggunaan vaksin Sinovac kepada JCH. "Saudi enggak ada melarang vaksin ini dan itu, tapi memang betul Saudi memakai Pfizer, Johnson and Johnson sama Adeneca dalam negeri mereka, enggak ada kaitannya dengan haji," tandas Sofyan. Menurutnya, pernyataan bahwa pemerintah Arab Saudi melarang JCH menggunakan vaksin Sinovac, tidak pernah diucapkan oleh otoritas Arab Saudi. Berita tersebut, kata dia, hanya berkembang di media sosial. "Pemerintah Saudi tidak melarang datang yang memakai Sinovac, itu Saudi tak pernah keluarkan statemen bahwa dia tidak menerima suntikan Sinovac karena tak bersertifikat. Yang keluar itu hanya di medsos, bahaya sekali kalau berdasar medsos," ungkap Sofyan. Selain itu, Sofyan mengatakan bahwa hingga kini, Arab Saudi juga belum mengumumkan ada tidaknya kuota bagi Indonesia. Sebab saat ini masih dikaji oleh kementerian haji di sana. "Jadi belum bisa dikatakan nggak ada kuota buat Indonesia," ujar dia. Dia menilai pemerintah Indonesia kurang berdiplomasi dengan Arab Saudi. Seharusnya, kata dia, pemerintah Indonesia bertanya soal kejelasan kuota haji terlebih dahulu kepada Arab Saudi sebelum memutuskan membatalkan keberangkatan. "Jadi mestinya tanya dulu ke Saudi, ada apa? Jangan kita wah kita batalkan saja karena Saudi belum jelas, kalau nanti Saudi memutuskan kalau ada kuota untuk kita bagaimana?" ujarnya. Dia yakin, pemerintah Indonesia mampu menyelenggarakan haji meski hanya memiliki waktu satu bulan untuk persiapan. "Semestinya kita nunggu. Padahal kita sudah menyelenggarakan haji selama 45 tahun, masa tidak bisa menyelenggarakan satu bulan sebelumnya. Jadi harus siap, untuk apa ada mitigasi, pelatihan semuanya kalau tidak siap," tegas Sofyan. Sementara itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya Gatarman membenarkan, bahwa pembatalan haji bukan karena persoalan merek Vaksin Sinovac yang digunakan masyarakat Indonesia. "Bukan karena vaksin. Pembatalan haji itu semata-mata untuk melindungi warga negara, menyelamatkan jemaah. Itu saja," jelasnya. Gatarman juga menegaskan pembatalan keberangkatan JCH Indonesia juga bukan karena tak mendapat kuota. Sebab hingga saat ini pemerintah Arab Saudi belum memberikan informasi resmi tentang ibadah haji 2021. "Jangankan Indonesia, dunia pun belum dapat kuota. Arab Saudi sendiri juga belum dapat kuota," bebernya. Pihaknya mengungkapkan bahwa Kemenag RI terus berupaya melobi pemerintah Arab Saudi untuk memberikan kuota kepada JCH Indonesia. Namun hingga kini pemerintah Arab Saudi pun belum bisa memberikan jawaban. "Dari kabar yang saya dapatkan, mereka belum memiliki jawaban," pungkas Gatarman. (mg-1/fer)
Ibadah Haji 2021 Batal Bukan Soal Jenis Vaksin Covid-19
Minggu 06-06-2021,21:11 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 09-10-2026,19:03 WIB
Belasan Titik Tambang Diduga Ilegal di Pasuruan, DLH Laporkan Temuan ke Provinsi
Jumat 09-10-2026,19:08 WIB
Tindaklanjuti Pembongkaran Gerai Indomaret di Pamekasan, Wagub Emil Koordinasi dengan Bupati
Jumat 09-10-2026,20:28 WIB
40 Ruas Jalan Telah Dibenahi, Pemkab Lumajang Targetkan Perbaikan hingga 70 Persen
Sabtu 10-10-2026,06:46 WIB
Persaingan Kursi Rektor UINSA Mengerucut, 5 Guru Besar Masuk Daftar Teratas
Jumat 09-10-2026,23:02 WIB
KPK Dalami Blokir Lahan Summarecon, Sita Uang Pungli dari Pegawai BPN Bogor
Terkini
Sabtu 10-10-2026,16:17 WIB
Kencangkan Ambisi, Lintasan Baru Arjuno Bike Park Pasuruan Jadi Arena Perang Poin 76 Ultimate Downhill 2026
Sabtu 10-10-2026,14:37 WIB
Bank Jatim Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Timur
Sabtu 10-10-2026,14:19 WIB
Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Gunungsari Surabaya
Sabtu 10-10-2026,13:52 WIB
Pemkot Surabaya Segel Puluhan Unit Rusunawa Tanah Merah
Sabtu 10-10-2026,13:21 WIB