Malang, memorandum.co.id - Mempertahankan bendera hijau lambang terbebas dari Covid-19, nampaknya masih kendala besar bagi wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Terbukti bendera hijau yang sempat diraihnya hanya mampu berkibar tiga hari dan terpaksa harus kembali pada bendera kuning lagi. “Kita sempat dapat hijau tapi hanya mampu bertahan tiga hari dan kembali ke kuning karena ada warga Kelurahan Cempokomulyo dan Desa Sengguruh yang positif," terang Camat Kepanjen Abai Saleh, Selasa (30/3/2021). Sebagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kepanjen, pihak Forkopimcam Kepanjen terus getol melakukan operasi masker. Seperti yang dilakukan Selasa (30/3/2021) melakukan operasi masker di wilayah Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen. Dari operasi tersebut mendapatkan tujuh pelanggar yang tidak menggunakan masker. Sebagai efek jera dan selalu menjadi pengingat maka pelanggar mendapatkan hukuman sosial. Seperti menyapu serta membersihkan rumput yang ada di halaman kantor desa. “Kegiatan ini hanya sebagai langkah persuasif bagi masyarakat sehingga tidak dilakukan denda,” kata Abai Saleh. Kegiatan ini sekaligus sebagai tindak lanjut atas PPKM mikro yang berlangsung pada desa, RW dan RT guna menekan penyebaran penularan Covid-19 di tingkat bawah. Apalagi Kecamatan Kepanjen merupakan kota sedang berkembang jadi banyak orang keluar masuk sehingga sangat sulit untuk dilakukan pemantauan. “Di samping itu banyak juga warga Kepanjen yang bekerja di luar, seperti Kota Malang atau kota lainnya,” imbuhnya. Camat Kepanjen juga tidak menampik kalau dirinya dikatakan kecolongan, atas terjangkitnya warga Desa Cempokomulyo dan Sengguruh sehingga terpaksa harus kembali memegang bendera kuning lagi, meski sempat lega sebentar atas tercapainya bendera hijau. Terpisah, Kapolsek Kepanjen AKP Yatmo dan Danramil Kepanjen Kapten Inf Tartib menyampaikan sangat mendukung penuh untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang ada di wilayah hukumnya. Ini dibuktikan dengan selalu menyeleksi secara ketat atas ijin keramaian yang akan dilakukan masyarakat dan apabila tidak memenuhi protokol kesehatan (prokes) maka siap dibubarkan. “Kami selalu mendatangi setiap kegiatan masyarakat yang melibatkan orang banyak dan dil okasi itu juga selalu diminta untuk memenuhi prokes dan menjaga jarak," ujar Tartib. Senada, Kapolsek Kepanjen juga melakukan seleksi ketat atas izin keramaian yang diajukan masyarakat. “Kalau sekiranya tidak begitu penting izin itu tidak saya keluarkan demikian juga dengan kegiatan keagamaan saya selalu mengimbau agar tetap mengutamakan 3M,” terangnya. (kid/ari/fer)
Kepanjen Menuju Zona Hijau Lagi
Selasa 30-03-2021,18:20 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 24-10-2026,04:15 WIB
Krisis Air Bersih Mengancam, Ini Cara Menjaga Cadangan Air Tanah
Sabtu 24-10-2026,01:08 WIB
Komunitas IJC Lumajang Mantapkan Deklarasi 9 November, 21 Awak Media dan 3 Advokat Bergabung
Jumat 23-10-2026,21:20 WIB
Selain Vonis Penjara, Hak Politik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi Dicabut Lima Tahun
Sabtu 24-10-2026,00:09 WIB
Kapolri Ungkap 243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla
Sabtu 24-10-2026,03:07 WIB
Sampah Elektronik Menumpuk, Ini Cara Daur Ulang untuk Cegah Pencemaran
Terkini
Sabtu 24-10-2026,19:47 WIB
Sengketa Konversi SHM, Pengadilan Negeri Malang Lanjut Masuki Agenda Pembuktian dan Pemeriksaan
Sabtu 24-10-2026,19:16 WIB
Gelar Reses, Ketua Komisi C DPRD Madiun Jaring Masukan Warga Terkait Draf Raperda Desa
Sabtu 24-10-2026,18:48 WIB
Serap Aspirasi Warga Saradan, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Tampung Keluhan Warga Soal BKK dan Jalan Rusak
Sabtu 24-10-2026,18:08 WIB
Langgar SE Pemkot Surabaya, Toko Miras Bottles up di San Antonio Kepergok Jual Eceran
Sabtu 24-10-2026,17:51 WIB