Surabaya, memorandum.co.id - Setelah melakukan hearing, massa demonstran dari perkumpulan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Timur ditemui oleh anggota DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat, Jumat (9/10/2020). Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jatim, Hartoyo menyapa massa demonstran kemudian mengatakan jika pihaknya sudah mendengar segala aspirasi mahasiswa. "Saya sudah sepakat tetap ikut menolak Undang-undang Cipta Kerja dan mendorong aspirasi kawan-kawan untuk disampaikan kepada Ibu Gubernur," ujar Hartoyo. Di akhir perbincangan, tiba-tiba sekumpulan peserta aksi di barisan belakang menaburkan bunga. Bersamaan dengan aksi menaburkan bunga para massa aksi juga bersholwat. Menurut Ketua HMI Jawa Timur, Yogi Pratama, aksi ini sebagai simbol matinya hati nurani pemerintah karena tidak mendengar aspirasi rakyat. "Kami kecewa dengan Pemerintah dan DPR, bukannya fokus pada penyelesaian Covid-19, tapi malah membuat peraturan yang merugikan buruh dan rakyat,” pungkas Yogi.(mg2)
Demonstran Omnibus Law Tabur Bunga di Gedung DPRD Jatim
Jumat 09-10-2020,14:23 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 06-04-2026,19:30 WIB
Puluhan Warga Geruduk Kantor Kelurahan Josenan Madiun Tolak Pembangunan KKMP di Lapangan
Senin 06-04-2026,13:49 WIB
Ultimatum dari Balai Kota Madiun, Ancam Copot Lurah hingga Percepatan Kinerja OPD
Senin 06-04-2026,14:23 WIB
Berkas Perkara Lengkap, Kasus Persetubuhan Libatkan Anak Kiai Bangkalan Siap Disidangkan
Senin 06-04-2026,23:08 WIB
Bupati Jember Tinjau Banjir Mumbulsari, Koordinasi dengan Provinsi untuk Penanganan Cepat
Senin 06-04-2026,23:04 WIB
Gus Fawait Serap Aspirasi Warga Lewat Program Bunga Desaku di Mumbulsari
Terkini
Selasa 07-04-2026,12:21 WIB
Tolak Digitalisasi, Izin 600 Jukir di Surabaya Dibekukan
Selasa 07-04-2026,12:19 WIB
Cegah Konflik Jelang Big Match Arema vs Bonek, Polisi Rangkul Korwil Aremania Jalur Bromo
Selasa 07-04-2026,12:15 WIB
Ketimpangan Armada dan Jumlah Pegawai, Pakar Sebut WFH ASN Pemkot Surabaya Terkesan Tergesa-gesa
Selasa 07-04-2026,12:12 WIB
Dukung Wajib Belajar 13 Tahun, Surabaya Tambah 3 PAUD Negeri Baru
Selasa 07-04-2026,12:09 WIB