new idulfitri

Ultimatum dari Balai Kota Madiun, Ancam Copot Lurah hingga Percepatan Kinerja OPD

Ultimatum dari Balai Kota Madiun, Ancam Copot Lurah hingga Percepatan Kinerja OPD

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun saat memimpin apel pejabat di balai kota.--

MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun kembali melontarkan pernyataan tegas dalam apel pejabat di Balai Kota setempat, Senin 6 April 2026 pagi. Salah satunya ditujukan kepada Lurah Tawangrejo, Sudarso. Bahkan, Plt Wali Kota mengancam bakal mencopot lurah tersebut.

‘’Kita satu tim. Saat satu tim bisa tapi satunya nggak bisa otomatis ganti aja kalau memang nggak bisa,’’ tegasnya.

BACA JUGA:Mitra SPPG BGN Madiun Bentuk Paguyuban Kawal Kualitas MBG


Mini Kidi Wipes.--

Bagus menekankan, pejabat di lingkungan Pemkot Madiun dituntut pantang leha-leha. Apalagi, pemkot saat ini tengah akselerasi merealisasikan program pembangunan daerah. Jika pejabat tidak serius bekerja, jabatan jadi taruhannya.

‘’Ya nggak tertib ganti. Pasti gitu. Semua harus mengikuti ritme yang bersamaan,’’ jelasnya.

BACA JUGA:Mbah Tarom Pensiun, Sang Adik Masuk Bursa: Sinyal Takhta PKB Madiun Tak Berpindah?

Bagus menyebut ketegasan serupa berlaku bagi seluruh pejabat Pemkot Madiun. Tak terkecuali pejabat eselon II. Bahkan, dia mengaku bakal melakukan rotasi terhadap Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Totok Sugiarto dan Plt Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ansar Rasidi. Kedua pejabat eselon II tersebut bakal bertukar posisi.

Dia menilai rotasi tersebut sebagai langkah penyesuaian kompetensi pejabat guna percepatan program kerja kedua organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

‘’Karena saya butuh percepatan, saya kembalikan supaya kontrol lebih mudah. Plt DLH dikembalikan Pak Ansar karena saat staf ahli mengkaji terkait persampahan. Sedangkan Pak Totok kan mantan Bapperida,’’ terangnya.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Bagus menambahkan, rotasi tersebut tetap melalui mekanisme mutasi yang berlaku. Apalagi, masih banyak kursi kepala OPD yang dirangkap Plt. Selain DLH dan Bapperida, kursi yang belum diisi pejabat definitif meliputi dinas perhubungan, dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olahraga (Disbudparpora), dan dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (Disperkim).

‘’Mutasi hari ini sudah kita ajukan ke Mendagri. Hasilnya tunggu dari Mendagri bagaimana baru nanti kita tetapkan,’’ pungkasnya.(st/adi)

Sumber: