Dukung Wajib Belajar 13 Tahun, Surabaya Tambah 3 PAUD Negeri Baru
Roadshow Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani menyapa anak-anak. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemkot Surabaya mempercepat perluasan akses pendidikan anak usia dini dengan menambah tiga lokasi PAUD negeri baru. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.
Tiga PAUD negeri tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan ini diambil untuk memastikan seluruh anak di Surabaya, terutama dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
"Sejalan dengan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, kami didukung Pemkot Surabaya bergerak cepat memperluas akses pendidikan berkualitas melalui pemetaan aset untuk difungsikan sebagai PAUD negeri," ujar Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani.
BACA JUGA:Perkuat Fondasi SDM, DPRD Surabaya Dukung Beasiswa PAUD-TK untuk 8.000 Siswa Keluarga Miskin

Mini Kidi Wipes.--
Pemkot Surabaya memanfaatkan rehabilitasi aset milik pemerintah untuk dijadikan lembaga pendidikan. Tiga lokasi yang disiapkan diantaranya Pasar Nambangan menyediakan layanan kelompok bermain (KB) dengan kapasitas 12 murid, SDN Sidotopo 4 dengan mengusung konsep layanan satu atap yang mencakup TK (15 murid), KB (12 murid), dan Taman Penitipan Anak (TPA) dengan kapasitas 10 murid.
Sedangkan lokasi yang ketiga berada di Rumah Anak Prestasi (RAP) Sonokwijenan dengan layanan TK berkapasitas 15 murid.
"Insyaallah operasionalnya dimulai pada tahun ajaran 2026/2027. Ini komitmen kami agar tidak ada anak Surabaya yang tertinggal," tegas Rini.
BACA JUGA:Sebar Berkah di Rumah Ibadah, Bunda PAUD Kelurahan Kapasan Bagikan Ratusan Takjil

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Hingga saat ini, jumlah peserta didik PAUD di Kota Pahlawan telah menembus angka 100 ribu anak. Meski jangkauan secara administratif sudah luas, Bunda Rini menargetkan angka 0 persen untuk anak usia dini yang tidak terlayani pendidikan.
Pihaknya bersama Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan terus melakukan verifikasi lapangan secara rutin. Upaya ini dilakukan guna mendukung gerakan zero PAUD drop out di wilayah padat penduduk.
"Kami juga memastikan kualitas layanan di lembaga negeri maupun swasta tetap setara melalui standardisasi kualitas pelayanan minimal pendidikan dari Dinas Pendidikan," tambahnya.
BACA JUGA:Ciptakan Generasi Tertib Lalu Lintas, Polsek Wiyung Sambut Kunjungan Ceria PAUD Mutiara Bunda
Sumber:







