Sidoarjo, memorandum.co.id - Penipuan penjualan rumah fiktif di Sidoarjo rupanya tidak hanya menimpa konsumen perumahan di Sukodono. Namun juga terjadi untuk pembelian rumah di Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu. Bahkan satu korban, Nur Qomariyah (37) warga Surabaya, tertipu Rp 200 juta. Dan korban sudah melaporkan ke Mapolresta Sidoarjo. Penipuan dengan menjual dua perumahan pelakunya sama. Modusnya hanya ganti PT saja. Dan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi kedua PT itu, pemiliknya sama yaitu BI. Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono mengatakan, penipuan itu dilakukan oleh pengusaha berinisial BAB. Direktur pengembang perumahan tersebut. Saat ini, laporan itu sedang dalam proses penyidikan. "Laporannya di tahun ini juga, PT nya lain, tapi orangnya sama," kata dia. Menurut Yuwono, sebenarnya modusnya tidak ada yang berbeda. Menjual perumahan namun masih berupa tanah. User dijanjikan akan segera diberikan kunci rumah, namun realisasinya tidak ada. Sayangnya banyak korban yang tak berani melapor. Hingga saat ini sudah ada tiga orang yang menjadi korban penipuan kedua perumahan tersebut. Meski begitu status pengusaha itu telah dinaikkan menjadi penyidikan. Kalau sudah selesai semua, bisa ditetapkan menjadi tersangka. "Laporannya lebih dulu perumahan di Desa Sumberejo, tapi saat ini manajemen sudah beralih ke orang lain, dan mulai jalan," jelasnya. Sebenarnya, penipuan dua perumahan itu sudah ada kesepakatan pembatalan dari ke dua belah pihak, antara user dan pengembang. Sayangnya, uang yang telah disetorkan tak juga dikembalikan oleh pengembang perumahan. "Sementara masih belum kami lakukan penahanan, karena masih dalam proses, baru kalau nanti ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya. (ags/jok/fer)
Inilah Modus Penipuan Rumah Fiktif
Jumat 25-09-2020,18:55 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,20:53 WIB
Kejari Lamongan Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Tanah Negara Pantai Paciran
Selasa 06-10-2026,20:46 WIB
Moratorium Diskotek Surabaya Dikritik Hiperhu, Minta Pemkot Terapkan Izin Selektif
Selasa 06-10-2026,20:59 WIB
Estafet Kepemimpinan, Bakom RI Siap Jembatani Aspirasi Rakyat dan Pemerintah
Rabu 07-10-2026,05:15 WIB
Presiden Prabowo Siagakan 70 Ribu Polisi Hutan Cegah Penjarahan Liar
Rabu 07-10-2026,04:21 WIB
Rp 13,2 T Kekayaan Negara Diselamatkan, Prabowo Bakal Alokasikan untuk Gaji Guru dan Irigasi
Terkini
Rabu 07-10-2026,20:32 WIB
Pelanggan KAI Daop 8 Surabaya Tembus 9,78 Juta, Gubeng-Pasarturi-Malang Terpadat
Rabu 07-10-2026,20:16 WIB
PT KAI Sosialisasikan Aturan Penggunaan Lahan kepada Warga Lumajang
Rabu 07-10-2026,20:14 WIB
10 Bangunan Liar Dibongkar, KAI Daop 9 Jember Tertibkan Aset Stasiun Pasuruan
Rabu 07-10-2026,20:07 WIB
Bupati Lamongan Tantang KNPI Jadi Motor Ekonomi, Jangan Cuma Seremoni
Rabu 07-10-2026,20:00 WIB